Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

2 Kapal yang Melayani Warga Anambas Rusak Secara Serentak

Ihsan Imaduddin • Senin, 14 Oktober 2024 | 18:15 WIB
MV Seven Star Island
MV Seven Star Island

batampos - Masyarakat Anambas mengeluhkan pelayanan transportasi kapal ferry MV VOC Batavia dan MV Seven Star Island yang sempat terhenti selama dua pekan sejak akhir September lalu.

Penghentian kapal ferry yang biasa melayani rute Tanjungpinang-Batam-Letung-Tarempa ini disebakan dua kapal milik Santoni itu mengalami kerusakan.

"Ya benar kapal ferry tak jalan dua minggu kemarin. Informasinya rusak," kata Sekretaris Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup (Dishub-LH) Anambas, Nurullah, Minggu, (13/10).

Nurullah heran kapal tersebut bisa mengalami kerusakan secara bersamaan. Mengingat, biasanya operator hanya menjalankan satu kapal saja untuk melayani Anambas.

"Mereka ada dua kapal. Itupun tidak dijalankan sekaligus, tetapi satu aja yang dijalankan. Dan yang tak jalan biasanya stand by, kalau ada kerusakan," tutur Nurullah.

Dishub-LH telah mengirimkan surat kepada PT Galaxy Ocean Shipyard selaku pengelola kapal untuk memberikan klarifikasi.

"Kami sudah berkirim surat namun belum dibalas," kata Nurullah.

Sementara itu Direktur PT Galaxy Ocean Shipyard, Aseng saat dikonfirmasi membenarkan perihal dua kapal ferry yang melayani masyarakat Anambas mengalami kerusakan.

"Iya rusak, sekarang satu kapal sudah bagus lagi. MV Seven Star Island sudah jalan, sementara kapal itu dulu yang jalan," ujar Aseng.

MV Seven Star Island yang sudah baik kondisinya sudah dioperasikan pihaknya pada Jum'at, (11/10) lalu.

Dikatakan Aseng, kerusakan ini terjadi serentak bukan karena kemauan perusahaan. Tetapi terjadi karena kebetulan saja.

"Untuk satu kapal lagi, MV VOC Batavia kita sedang menunggu sparepart datang. Estimasi dua minggu lagi selesai perbaikan," sebut Aseng.

Selain perbaikan kapal, Aseng juga menyampaikan pihaknya merubah jadwal keberangkatan. Biasanya kapal berangkat dari Tanjungpinang pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu.

"Kita rubah menjadi Senin, Rabu dan Jumat. Tapi sementara kita jalan dua minggu sekali, Senin dan Jum'at," kata Aseng. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#kapal