batampos - Memasuki akhir tahun, kondisi cuaca di Kabupaten Anambas mengalami musim peralihan dari musim angin selatan ke musim angin utara.
Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Anambas, Jumiati Marbun menjelaskan kondisi curah hujan ringan disertai angin berkecepatan tinggi menandai akan memasuki musim utara.
"Seminggu terakhir ini, memang dirasa angin bergerak cepat dan itensitas curah hujan cukup tinggi disertai petir. Mau masuk musim utara," ujar Jumiati Marbun, Senin, (2/12).
Berdasarkan hasil pemantauan, hal ini terjadi karena adanya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) dan sirkulasi angin siklonik di sekitar wilayah Anambas, yang mendukung pembentukan awan hujan.
"Kondisi seperti ini akan terjadi hingga beberapa minggu kedepan," sebut Jumiati.
Dengan itensitas curah hujan yang cukup tinggi akan berdampak banjir disejumlah daerah. Maka dari itu, ia meminta masyarakat agar segera tanggap bencana
Sedangkan untuk nelayan, ia mengingatkan agar selalu waspada ketika ingin pergi melaut. Selalu membaca perkiraan cuaca yang telah disampaikan oleh BMKG.
"Kalau cuaca memang kurang bagus, sebaiknya ditunda dulu untuk melaut. Jika tak memungkinkan, minimal jangan melaut seorang diri, harus ada kawan. Untuk menimalisir hal yang tak diinginkan," kata Jumiati.
Dengan langkah antisipasi yang tepat dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, diharapkan musim hujan dapat dilalui dengan aman dan minim dampak buruk. (*)
Editor : Tunggul Manurung