Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Stok Solar Subsidi di Mengkait Kosong, Nelayan Tak Melaut 

Tunggul Manurung • Selasa, 24 Desember 2024 | 12:00 WIB
Suasana lengang terlihat di SPBU Petro Madani Jaya, Desa Mengkait. Saat ini stok solar subsidi sedang kosong.
Suasana lengang terlihat di SPBU Petro Madani Jaya, Desa Mengkait. Saat ini stok solar subsidi sedang kosong.

batampos - Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di SPBU Petro Madani Jaya, Desa Mengkait, Kecamatan Siantan Selatan dikeluhkan masyarakat.

Biasanya, SPBU tersebut mendapatkan kuota solar dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sebanyak 100 ton setiap bulan.

Seorang warga setempat, Ijul menjelaskan dengan kuota 100 ton setiap bulan seharusnya dapat mencukupi kebutuhan solar bagi masyarakat yang ada di sekitar Desa Mengkait.

“Nah ini yang menjadi pertanyaan kita, baru dua minggu minyak solar sudah habis. Bahkan terkadang dalam satu minggu stok minyak kosong,” kesalnya, Senin, (23/12).

Ia mengaku sejak minggu lalu selalu datang untuk mendapatkan solar. Tapi tidak kebagian. Bagaimanapun, pria yang berprofesi sebagai nelayan itu harus turun melaut untuk menghidupi keluarganya.

"Ini kesekian kalinya bang, saya mau beli tali ga kebagian. Satu sisi kita harus melaut untuk cari ikan. Sudah cukup sabar,” ucap Ijul.

Menurutnya, ini sangat merugikan nelayan setempat jika penjualan BBM tak sesuai prosedur. Mengingat, Mengkait sangat jauh dari daerah lain sehingga tidak memungkinkan membeli solar di luar kawasan tersebut.

“Kalau minyak tak ada bagaimana mana kami mau turun ke laut untuk mencari nafkah buat keluarga. Kami sangat dirugikan,” tuturnya.

Untuk itu, Izul berharap solar yang disubsidi pemerintah ini, diawasi agar penyalurannya sesuai kebutuhan masyarakat terkhusus nelayan dikawasan itu.

Sementara itu, Direktur SPBU Petro Madani Jaya, Mardin beralasan kekosongan solar ditempatnya disebabkan distribusi dari BPH Migas sedikit terganggu akibat cuaca ekstrem yang melanda sebagian wilayah Anambas.

Untuk bulan ini, lanjutnya, baru sekali pengiriman yang disebabkan faktor cuaca buruk sehingga pengiriman kedua belum masuk.

“Kita dua kali pengiriman, awal bulan dan pertengahan bulan. Seharusnya pertengahan bulan kita sudah masuk tapi karena cuaca jadi terkendala,” jelas Mardin.

Menurutnya, alokasi kouta Desa Mengkait mencukupi. Namun karena saat ini baru sekali pengiriman, sehingga ada nelayan yang tak kebagian.

Dikatakannya, penyaluran Solar subsidi sesuai rekomendasi dari pemerintah setempat. “Kalau ada rekom kita layani dengan baik,” tegasnya.

Ia menambahkan seharusnya solar masuk ke SPBU pada tanggal 17 Desember lalu. Karena, ada kendala cuaca membuat distribusi sedikit terhambat.

“Seharusnya tanggal 17 kemarin minyak solar untuk tahap kedua sudah masuk, cuman pertamina kita konfirmasi belum bisa mengirim karena cuaca. Kemungkinan Selasa (besok) ini akan dikirim,” sebutnya.

Selain itu, kendala yang di hadapinya adalah keterbatasan tangki solar yang hanya bisa menampung kurang lebih 50 Ton. Atas dasar itu, pihaknya tidak bisa menampung solar 100 ton sekaligus.

“Nah ini juga kenapa tangki harus kita kosongkan sebelum tahap kedua masuk, karena kita tidak ada penyimpanan selain tangki ini,” pungkas Mardin. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#solar