Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Uang Rp 300 Juta di BRK Syariah Cabang Anambas Habis, Ini Penyebabnya

Ihsan Imaduddin • Kamis, 27 Maret 2025 | 13:00 WIB
Kepala Cabang BRK Syariah Anambas, Idham Khalid.
Kepala Cabang BRK Syariah Anambas, Idham Khalid.

batampos- Antusias warga Anambas dalam menukarkan uang pecahan baru di Bank Riau Kepri (BRK) Syariah cabang Anambas menjelang lebaran sangat luar biasa.

Manajemen BRK Syariah sebelumnya telah menyiapkan uang pecahan baru dengan nominal Rp 300 juta yang bisa ditukarkan oleh warga.

"Tidak sampai satu minggu, uang-uang ini sudah habis. Mayoritas warga kita menukarkan uang pecahan Rp 5 ribu dan Rp 10 ribu," ujar Kepala Cabang BRK Syariah Anambas, Idham Khalid kepada batampos diruang kerjanya, Rabu, (26/3).

Mayoritas yang menukarkan uang ini didominasi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pengusaha dengan niat ingin berbagi kepada anak-anak maupun sanak famili.

"Sangat terbantu juga dengan keluarnya TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai). Jadi para pegawai langsung menukarkan uang pecahan baru untuk berbagi ke sanak famili," tutur Idham.

Tidak hanya berbagi dengan sanak famili saja, biasanya para ASN dan Pengusaha ini juga memberikan sedekah kepada warga yang ikut berziarah kubur saat momen lebaran.

"Biasanya lebaran kedua itu banyak yang ziarah kubur. Nah, disana mereka yang diberikan kelebihan rezeki bersedekah kepada anak-anak maupun orang yang ada di makam. Itu tradisi disini," terang Idham.

Untuk tahun ini, jumlah uang yang disediakan oleh BRK Syariah sedikit lebih menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Biasanya, setiap momen lebaran, pihak Bank mampu menyiapkan hampir Rp 400 juta uang pecahan baru.

"Karena kondisi (ekonomi) lagi melemah dan TPP pegawai sudah lama tak keluar, jadi pihak Batam hanya memberikan segitu (Rp 300 juta). Kita sebar ke Palmatak, Jemaja dan Siantan. Sebenarnya warga kalau mau nukar uang ke Bank Indonesia. Karena jarak jauh, kita hanya membantu saja agar warga bisa juga mendapatkan (uang baru)," pungkas Idham. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#Uang Pecahan