Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Anambas Foundation Berkomitmen Tingkatkan Ekosistem Alam di Daerah Perbatasan

Ihsan Imaduddin • Rabu, 23 April 2025 | 21:45 WIB
Seorang petugas dari Anambas Foundation sedang melakukan proses adopsi terumbu karang. Hal ini dilakukan sebagai langkah meningkatkan ekosistem alam di Kabupaten Anambas.
Seorang petugas dari Anambas Foundation sedang melakukan proses adopsi terumbu karang. Hal ini dilakukan sebagai langkah meningkatkan ekosistem alam di Kabupaten Anambas.

batampos - Yayasan Anambas Foundation terus berkomitmen dalam meningkatkan ekosistem secara menyeluruh di Kabupaten Anambas, baik dibawah laut maupun di daratan.

Tidak hanya itu, Anambas Foundation turut serta meningkatkan kesejahteraan warga setempat secara berkelanjutan.

Berbagai program yang telah dijalankan Anambas Foundation seperti konservasi hutan yang melibatkan kelompok tani untuk menanam campuran pohon keras dan buah sebagai upaya memulihkan lahan sambil menciptakan peluang ekonomi masa depan bagi masyarakat.

"Salah satu momen yang paling membahagiakan adalah melihat bibit kami mencapai tingkat keberhasilan 80 persen. Ini adalah bukti dedikasi baik dari kami beserta petani yang merawat pohon-pohon ini setiap hari," ujar Manager Communication and Public Affair Anambas Foundation, Ricky Soerapoetra, Rabu, (23/4).

Anambas Foundation juga melaksanakan program konservasi laut yang berfokus pada pemantauan kesehatan terumbu karang, rehabilitasi terumbu karang, adopsi terumbu karang, batik & ecoprint mangrove dan konservasi penyu.

"Pada tahun 2024 kami melakukan pemantauan di 32 lokasi dari lima pulau. Namun, pemantauan kami ada pemutihan terumbu karang yang terjadi di semua lokasi yakni Kiabu, Telaga, Mengkait, Sunggak dan Bawah. Tutupan karang dan biomasa ikan karang terus menurun setiap tahun, menandakan perlunya langkah-langkah konservasi yang lebih besar," terang Ricky.

Ricky menguraikan tonggak pencapaian penting pada tahun 2024 dalam rehabilitasi terumbu karang antara lain 500 unit terumbu karang buatan telah terpasang, terdapat 1.000 meter area terumbu karang yang telah direhab dan 9.500 fragmen karang ditanam dengan tingkat kelangsungan hidup keseluruhan melebihi 81,76 persen.

Kemudian untuk konservasi penyu, Anamabs Foundation bekerjasama dengan masyarakat lokal telah menyelamatkan 593 sarang dan memindahkan 56.522 telur ke area yang lebih aman di Keramut, Impol dan Sunggak.

"Sebagai hasilnya, 31.287 tukik atau anak penyu berhasil mencapai laut dengan selamat sepanjang 2024. Sementara itu, 64 penyu laut diberikan tag atau penanda logam," kata Ricky.

Tidak hanya disektor hutan dan laut saja yang menjasi fokus utama Anambas Foundation, sektor pengolaan sampah turun menjadi atensi bagi yayasan ini. Menurutnya, masyarakat yang tinggal pesisir pantai kerap membuang sampah langsung ke laut. Hal ini membuat laut menjadi tercemar.

Photo
Photo

"Kami membangun sistem pengelolaan sampah terpadu untuk meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap sampah. Sampah tidak hanya sebagai limbah tapi bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," tegas Ricky.

Salah satu sistem pengelolaan sampah terpadu yakni membangun Bank Sampah Keliling di sejumlah desa. Dari Bank Sampah ini, Anambas Foundation berhasil menampung 21 ton sampah langsung dari rumah tangga dan bisnis lokal, sehingga sampah tidak menumpuk dilingkungan.

"Terinspirasi dari konsep bank tabungan, kami mendorong warga untuk memilah sampah lalu menyetorkan ke bank sampah dan mereka mendapatkan uang sebagai imbalannya," tuturnya.

Ricky menambahkan pihaknya juga mempunyai program pemberdayaan perempuan untuk mendorong ibu rumah tangga agar bisa mengisi waktunya yang kosong menjadi lebih produktif.

"Seperti di Air Nangak, kita membuat pelatihan seni ecoprint yang memungkinkan mereka mengubah bahan alami menjadi produk kain unik sekaligus mempromosikan pelestarian mangrove," kata Ricky.

Hasil dari pelatihan ini, para ibu rumah tangga berhasil memproduksi 10 contoh ecoprint kemudian dipamerkan di Festival Padang Melang dan Tanjungpinang.

"Kita juga mendorong ibu rumah tangga untuk bertani dirumah. Memanfaatkan pekarangan yang ada dan sampah rumahan yang diolah jadi kompos. Alhamdulillah berhasil, mayoritas menanam sayuran," ungkap Ricky.

Selama tahun 2024 lalu, Anambas Foundation telah menggelontorkan dana sebanyak Rp 3,2 miliar untuk menjalankan seluruh program peningkatan ekosistem yang mencakup konservasi hutan, konservasi laut dan pembinaan masyarakat. Sedangkan untuk operasional mereka menghabiskan sebanyak Rp 2,4 Miliar.

"Seluruh keuangan kami bersumber dari donatur. Pada tahun 2024 jumlah dana yang tergalang sebanyak Rp 10,2 Miliar," ungkap Ricky.

Menurut Ricky model keuangan mereka memungkinnya untuk memaksimalkan sumber daya untuk kegiatan dilapangan sambil tetap menjaga transparansu dan akuntabilitas penuh.

"Kami tetap berkomitmen untuk menggunakan setiap donasi secara efesien untuk mendorong dampak yang berarti bagi Kabupaten Anambas," tutup Ricky. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#yayasan anambas foundation