batampos- Nelayan lepas pantai di Anambas mengikuti kegiatan edukasi keselamatan laut dalam menunjang langkah strategis perlindungan nelayan di perairan laut lepas Anambas.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Harbour Energy bersama Pemkab Anambas, Senin, (28/4).
Manager Investasi Harbour Energi, Andri Kristianto menjelaskan latar belakang kegiatan ini digelar dikarenakan masih ada nelayan lepas pantai yang mencari ikan di area pertambangan minyak dan gas (migas).
"Disinyalir beberapa kapal penangkap ikan yang memasuki daerah larangan berlayar sekitar anjungan lepas pantai kami. Ini menjadi keprihatinan bagi manajemen kami," ujar Andri kepada awak media.
Menurutnya kawasan anjungan lepas pantai sangat berbahaya jika ada aktifitas lain selain pengeboran minyak.
"Bahwa sebetulnya larangan memasuki area anjungan bukan hanya pepesan (omongan) kosong. Tapi ada bahaya yang mengintai. Baik dipihak yang berlayar baik yang di layari," tutur Andri.
Bahaya yang mengintai kata dia, seperti ledakan serta jaring nelayan yang terseret di area anjungan turut menyebabkan gangguan operasi migas.
"Sejauh ini untuk sanksi yang melanggar bukan wewenang kami tentu penegak hukum. Kami hanya sebatas teguran persuasif saja," tegas Andri.
Sementara itu, Ketua Nelayan Palmatak, Yupin membenarkan adanya aktifitas nelayan di anjungan lepas. Sejauh ini, aktifitas nelayan tersebut hanya berteduh jika cuaca buruk melanda.
"Benar memang ada, cuma berteduh. Walaupun ada aktifitas lain, mungkin hanya sebatas mencari ikan," kata Yupin.
Kendati demikian, pihaknya selalu memberikan himbauan kepada sesama nelayan untuk menghindari area anjungan lepas.
"Saya kira sudah bagus juga digelar kegiatan ini, biar nelayan memahami. Kita ingin sama-sama menjaga keselamatan lah," pungkas Yupin. (*)
Editor : Tunggul Manurung