Pasalnya, kapal tersebut diduga memuat cairan berupa minyak atau oli ang akan dikirim ke Jakarta.
"Kami tahunya kapal itu sedang loading ISO Tank, isinya kita tidak tahu apa. Apakah minyak, oli atau cairan lain," ujar nelayan di Matak, Hasbi, Jum'at, (30/5).
Jika kapal tersebut memuat cairan berupa minyak, nelayan resah sebab akan mencemari laut.
"Kita minta perusahaan untuk bertindak cepat jangan sampai laut kita tercemar dan menyebabkan ekosistem laut rusak," pinta Hasbi.
Sementara itu, Medco Energi selaku pengelola Matak Base memastikan seluruh proses evakuasi KM Sejahtera 20 yang tenggelam sudah sesuai dengan prosedur.
"Termasuk pemasangan oil boom. Ini digunakan untuk melokalisir tumpahan minyak dan mencegahnya menyebar ke wilayah yang lebih luas," ujar Senior Manajer Communication Medco Energi, Leony Lervyn.
Kapal KM Sejahtera 20 ini merupakan armada yang digunakan kontraktor vessel PT Global Internusa Lina untuk membantu operasional pengeboran minyak.
Kemudian, Medco Energi tidak mengetahui isi dari muatan kapal itu karena dibawah naungan perusahaan lain.
"Medco selaku pengelola Matak Base hanya membantu evakuasi saja, terkait muatan wewenang dari Global Internusa Line," tegas Leony.
Perlu diketahui, KM Sejahtera 20 mengalami tenggelam ketika proses loading ISO Tank sebanyak 13 unit.
"Tenggelam saat sedang loading barang isinya ISO Tank 13 unit di Jetty, awalnya miring sebelah kanan," ujar Sekretaris BPBD Anambas, Iswira.
Sebelum tenggelam, kapal tersebut telah menunjukkan tanda-tanda akan karam. Sebab, 20 jam sebelum insiden, kapal telah menunjukkan kemiringan secara perlahan.
"Waktu mau tenggelam, ABK berupaya menyeimbangkan kembali kapal dengan cara memindahkan muatan air bersih dari buritan kiri ke kanan itu pukul 00,30 WIB," jelas Iswira.
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil membuat kapal semakin miring. Kemudian seluruh ABK turun dari kapal.
"Sekira pukul 05.30 WIB ketika air pasang, kapal mulai miring ke kanan hampir 10 derajat. Sudah tak bisa di seimbangkan lagi," tutur Iswira.
Puncaknya pada pukul 09.00 WIB, kapal yang mengangkut kebutuhan pengeboran minyak ini langsung tenggelam habis.
"Dalam kapal ini ada 12 ABK dengan nakhoda Aditya. Seluruhnya selamat," kata Iswira. (*)
Editor : Tunggul Manurung