Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Bagaimana Ini PLN, Gara Gara Listrik Padam, Pelayanan di Disdukcapil Anambas jadi Lumpuh

Ihsan Imaduddin • Selasa, 5 Agustus 2025 | 15:46 WIB
Suasana pelayanan di Disdukcapil Anambas lengang karena mati lampu.
Suasana pelayanan di Disdukcapil Anambas lengang karena mati lampu.

batampos– Pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kepulauan Anambas terkendala akibat pemadaman listrik yang masih berlangsung hingga hari ini, Selasa (5/8).

Pantauan Batam Pos, sejak Senin kemarin, sejumlah warga datang ke kantor Disdukcapil untuk mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP). Namun, layanan tersebut tidak dapat berjalan karena listrik padam.

“Saya dari kemarin datang, hari ini datang lagi. Mau buat KTP Anambas, tapi enggak bisa karena mati lampu,” keluh Heru, warga asal Bengkalis yang hendak mengurus KTP sebagai pendatang.

Heru mengaku tidak terburu-buru membuat KTP Anambas, tapi kecewa karena pelayanan terganggu akibat mati listrik.

Dari keterangan petugas Disdukcapil, hari ini terdapat sekitar enam pemohon yang datang untuk mengurus dokumen kependudukan.

Namun karena sistem untuk pembuatan KTP harus dilakukan secara online, maka layanan tidak bisa dilakukan.

“Kalau untuk KTP belum bisa, karena sistemnya online. Listrik mati, jadi tidak bisa diinput. Tapi kalau layanan lain masih bisa kita proses secara manual,” jelas salah satu petugas.

Sekretaris Disdukcapil Anambas, Firmansyah, membenarkan bahwa pelayanan memang tidak bisa maksimal karena kantor mereka tidak memiliki genset sebagai cadangan daya saat listrik padam.

“Kita tidak punya genset. Ada UPS (baterai cadangan komputer), tapi tidak maksimal karena internet juga mati. Jadi memang banyak layanan yang terganggu,” ujarnya.

Pemadaman listrik bergilir di Pulau Siantan sendiri sudah terjadi sejak Minggu, 27 Juli 2025 lalu.

Hal ini disebabkan oleh kerusakan dua unit mesin pembangkit PLN yang membuat pasokan listrik defisit hingga 800 kilowatt dari total kebutuhan 3.200 kilowatt.

Hingga kini, belum ada kepastian kapan pelayanan bisa kembali berjalan normal. Warga pun diimbau untuk bersabar atau datang kembali setelah listrik kembali stabil. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#pln #Lampu Padam