batampos- Program Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Anambas masih sangat terbatas.
Sejak diluncurkan, baru ada satu dapur MBG yang aktif, yakni di Desa Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah.
Dapur ini melayani 557 pelajar dari empat sekolah yang ada di wilayah tersebut.
Untuk memperluas manfaat program ini, Polres Anambas kini turun tangan membangun dapur MBG tambahan.
Kapolres Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan survei di beberapa lokasi untuk mendirikan dapur baru.
“Survei dilakukan di Jemaja, Matak, dan Siantan. Nanti kita dirikan dapur MBG Polri di salah satu dari tiga wilayah ini,” kata Kapolres, Rabu (20/8).
Ia menegaskan, pembangunan dapur ini merupakan perintah langsung dari Kapolri sebagai bentuk dukungan Polri terhadap pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah.
Namun, menurutnya, pengelolaan dapur tidak bisa dilakukan oleh Polri sendiri.
“Polri tidak bisa mengelola sendiri, harus gotong royong. Dari segi anggaran bisa kolaborasi dengan Pemda. Bahan makanan pun bisa kita serap dari petani dan nelayan lokal, supaya mereka juga merasakan manfaat,” jelasnya.
Bupati Anambas, Aneng, menyambut baik langkah Polri tersebut. Ia menilai, dapur MBG sangat penting sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi anak-anak di daerah.
“Kami apresiasi langkah Polri yang membantu pemenuhan gizi anak-anak. Ini sangat penting untuk masa depan mereka,” ujar Aneng.
Ia juga menekankan bahwa dapur MBG dapat menjadi contoh atau pilot project bagi instansi lain untuk ikut berkontribusi.
“Kita terbuka bagi siapa pun yang ingin membangun dapur MBG. Pemerintah siap memfasilitasi. Intinya semua harus dilakukan dengan semangat gotong royong,” pungkasnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung