Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Gelombang Laut Merenggut Rumah, Masruhadi Hanya Selamatkan Istri dan Anak dalam Pelukan

Ihsan Imaduddin • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 14:43 WIB
Kapolres Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka saat menyerahkan bantuan kepada korban, Masruhadi yang rumahnya ambruk dihantam gelombang.
Kapolres Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka saat menyerahkan bantuan kepada korban, Masruhadi yang rumahnya ambruk dihantam gelombang.

batampos- Di balik tenangnya malam di Desa Air Bini, Kamis (29/8) sekitar pukul 19.30 WIB, sebuah peristiwa mencekam mengubah kehidupan Masruhadi (38) sekeluarga.

Rumah kayu sederhana yang berdiri di atas air, tempat ia membangun cerita bersama istri dan anaknya, tiba-tiba ambruk dihantam gelombang laut yang datang tanpa ampun.

Malam itu, Masruhadi yang berprofesi sebagai nelayan ini tengah duduk santai bersama istri yang sedang hamil tujuh bulan dan seorang anaknya.

Tak ada firasat buruk, hanya bunyi angin kencang dan riak gelombang yang sejak siang memang tak bersahabat.

Namun dalam sekejap, satu tiang penyangga rumah bergeser, roboh, lalu menyeret seluruh bangunan kayu ke dalam laut yang gelap gulita.

“Tak ada pikir apa-apa, saya cari istri saya. Langsung selamatkan, bawa naik ke darat,” ujar Masruhadi dengan suara bergetar, saat ditemui Kapolres Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, keesokan harinya, Jum'at, (29/8).

Di tengah kepanikan, Masruhadi hanya punya satu hal di benaknya, menyelamatkan nyawa istri dan anak.

Semua barang rumah, semua kenangan, hanyut bersama gelombang. Listrik padam seketika, menyisakan kegelapan pekat, tangisan, dan detak jantung yang berpacu dengan waktu.

“Semua barang rumah habis. Karena kondisi gelap, rumah ambruk ke laut, listrik langsung mati. Saya cuma pikirkan anak istri saja,” kata Masruhadi sambil menahan air mata.

Beruntung, sang istri segera mendapat pertolongan dari bidan desa. Kondisi kandungannya dinyatakan selamat, tanpa kontraksi maupun luka serius.

Tetapi rasa syok jelas tergambar di wajahnya seorang ibu yang nyawanya hampir terenggut bersama buah hati dalam kandungan.

Di lokasi kejadian, hanya tiang-tiang pancang yang tersisa, seolah jadi saksi bisu betapa rapuhnya kehidupan di tepian laut.

Segala yang dimiliki keluarga itu lenyap, kecuali ikatan kasih yang masih utuh mereka peluk erat.

Kapolres Anambas yang datang bersama istrinya, bukan hanya melihat langsung reruntuhan rumah, tetapi juga berusaha menguatkan hati keluarga korban.

Ia menyerahkan bantuan berupa sembako dan uang tunai untuk sekadar meringankan beban.

“Karena laporan dari anggota, istri korban ini sedang hamil. Jadi saya dan istri sekalian mau lihat kondisinya,” ujar Kapolres.

Ia juga memastikan dokumen-dokumen keluarga yang hilang akibat musibah akan dibantu proses pengurusannya.

Kini, Masruhadi dan keluarganya tak lagi punya tempat berteduh. Namun ia bersyukur, di antara gelombang yang melahap rumah dan kenangannya, Tuhan masih menyisakan hal terpentin, keselamatan istri dan anaknya.

Malam yang seharusnya menjadi waktu istirahat keluarga itu kini tercatat sebagai malam penuh luka, tetapi juga malam tentang cinta, keberanian, dan doa. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#rumah hanyut #gelombang laut