batampos– Kondisi parkir di Pelabuhan Tarempa sering kali menjadi keluhan masyarakat.
Kendaraan yang terparkir tidak beraturan membuat aktivitas keluar masuk penumpang terganggu.
Sebagai salah satu pintu utama transportasi laut di Kabupaten Kepulauan Anambas, Pelabuhan Tarempa selalu ramai setiap harinya.
Baik penumpang yang hendak berangkat maupun yang baru tiba, harus berdesakan melewati area parkir yang semrawut.
Zamiri, salah seorang penumpang, mengaku kesulitan saat membawa barang karena kendaraan yang diparkir sembarangan. Motor-motor yang berdempetan menutup ruang geraknya.
“Saya bawa barang, tentu tidak bisa leluasa. Motor-motor pada berdempetan, parkir sembarangan. Susah jadinya,” keluh Zamiri, Senin (8/9).
Menurutnya, pemerintah seharusnya menyediakan tempat khusus untuk parkir sepeda motor agar tidak mengganggu aktivitas penumpang.
Ia berharap penataan tidak hanya berlaku untuk motor, tetapi juga kendaraan roda empat.
“Tidak hanya sepeda motor saja, semoga dibenahi juga mobilnya. Kalau semua tertib, penumpang jadi lebih nyaman,” harap Zamiri.
Keluhan seperti yang disampaikan Zamiri bukan hal baru. Banyak penumpang dan pengunjung pelabuhan yang mengalami hal serupa.
Kondisi ini bahkan sudah berlangsung lama tanpa ada perubahan signifikan.
Situasi semrawut ini bukan hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga bisa membahayakan.
Jalur yang seharusnya digunakan penumpang sering kali tertutup kendaraan. Bahkan akses darurat pun terkadang ikut terhalang.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Anambas, Abdul Kadir, memastikan pihaknya akan segera mengambil langkah. Menurutnya, masalah parkir ini memang sudah menjadi perhatian.
“Sebelum melakukan penataan, kita akan koordinasi dulu dengan Syahbandar Tarempa selaku pengelola pelabuhan,” jelas Abdul Kadir.
Ia menambahkan, Dishub berencana menempatkan petugas khusus untuk mengatur parkir di area pelabuhan.
Dengan adanya petugas, diharapkan kendaraan bisa tertata rapi dan tidak lagi mengganggu jalur penumpang.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita segera tempatkan anggota untuk mengurus parkir demi kenyamanan bersama,” kata Abdul Kadir.
Selain menyiapkan petugas, Dishub juga tengah mempertimbangkan solusi jangka panjang.
Salah satunya dengan menata ulang area parkir agar lebih teratur, termasuk membedakan zona parkir motor dan mobil.
Menurut Abdul Kadir, keberhasilan penataan parkir tidak hanya bergantung pada pemerintah. Kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan juga sangat diperlukan.
“Kalau sudah ada aturan tapi masyarakat tidak disiplin, masalah akan terus berulang. Jadi kita harap semua pihak mendukung,” tegasnya.
Kini masyarakat menunggu realisasi dari janji pemerintah. Harapannya, dalam waktu dekat Pelabuhan Tarempa bisa menjadi lebih tertib, nyaman, dan aman bagi semua penumpang maupun pengunjung. (*)
Editor : Tunggul Manurung