batampos- Sejumlah orang tua siswa mengaku terkejut setelah mengetahui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah, hingga kini belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) maupun Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL). Padahal dapur tersebut sudah enam bulan beroperasi menyalurkan makanan bergizi gratis (MBG) untuk ratusan pelajar.
Salah seorang wali murid, sebut saja Jaka, tak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya. Ia mengaku baru mengetahui informasi ini dan langsung merasa cemas dengan kualitas makanan yang dikonsumsi anak-anak mereka setiap hari.
“Parah ya, selama ini kita tidak tahu kualitas produksinya seperti apa. Apakah bahannya steril, masih bagus, atau malah sudah tidak layak konsumsi,” ungkap Jaka kepada Batam Pos, Kamis (18/9).
Ia menceritakan, sejak awal program MBG berjalan, pihak SPPG menggunakan wadah plastik untuk menyajikan makanan. Padahal, Badan Gizi Nasional (BGN) sudah menegaskan wadah yang disarankan adalah ompreng berbahan aluminium.
“Dari awal saja sudah bikin ragu. Wadah plastik itu dipakai sampai bulan puasa. Pas bulan puasa anak-anak dibungkus bawa pulang. Baru setelah Idul Adha, wadah alumunium mulai dipakai. Itu pun setelah beberapa minggu,” katanya lagi.
Jaka berharap pemerintah maupun aparat hukum turun tangan untuk memantau langsung proses produksi makanan di SPPG Air Asuk. “Kami orang tua bukan mau ribut, tapi demi keselamatan anak-anak. Jangan sampai mereka keracunan gara-gara dapurnya belum ada sertifikat resmi,” ucapnya dengan tegas.
Menanggapi hal ini, Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari masyarakat terkait persoalan ini. Ia memastikan kepolisian akan segera menindaklanjutinya.
“Terima kasih atas informasinya. Kami akan pelajari dulu, lalu tim akan kami turunkan langsung ke dapur MBG Air Asuk untuk memastikan kondisinya,” ujar Kapolres.
Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa program MBG merupakan kebijakan nasional yang seharusnya memberikan manfaat dan rasa aman kepada pelajar. “Program ini kan untuk anak-anak kita, jadi jangan sampai menimbulkan rasa was-was. Justru harus memberi tenang, sehat, dan semangat belajar bagi mereka,” tuturnya dengan nada humanis.
Sementara itu, Kepala SPPG Air Asuk, Jaya Saputra saat dikonfirmasi enggan merespon pesan WhatsApp maupun telefon dari Batam Pos.
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) juga menyoroti keberadaan SPPG Air Asuk yang belum mengantongi SLHS dan IKL sejak awal berdiri. Sertifikat itu merupakan syarat wajib bagi setiap dapur MBG, guna memastikan makanan yang diolah benar-benar aman untuk dikonsumsi. (*)
Editor : Tunggul Manurung