Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

KM Selat Meranti Tenggelam di Pempang, Ini Muatannya

Ihsan Imaduddin • Selasa, 7 Oktober 2025 | 16:00 WIB
KM Selat Meranti yang tenggelam, Selasa, (7/10).
KM Selat Meranti yang tenggelam, Selasa, (7/10).

batampos- Kapal pengangkut ikan bernama KM Selat Meranti dilaporkan tenggelam di perairan Pempang, Kecamatan Siantan Timur, pada Selasa (7/10) dini hari.

Kapal tersebut berlayar dari Tarempa menuju Pontianak, Kalimantan Barat, untuk mengantar hasil produksi perikanan.

Menurut informasi, kapal sempat menunjukkan tanda-tanda gangguan saat melintas di wilayah Mentalak.

Namun, awak kapal tidak menyangka bahwa kondisi tersebut akan berujung pada tenggelamnya kapal.

“Sekitar jam tiga atau empat subuh, kapal tiba-tiba miring ke sebelah kanan dan air laut masuk ke dalam,” ujar Shobirin (31), nakhoda KM Selat Meranti, saat ditemui di RSUD Tarempa, Selasa siang.

Begitu air mulai masuk ke ruang kapal, Shobirin bersama empat anak buah kapal (ABK) berupaya keras mengeluarkan air dengan alat seadanya.

Namun usaha tersebut tidak berhasil karena debit air yang masuk semakin banyak.

“Sudah kami coba buang airnya, tapi tidak berhasil. Akhirnya saya putuskan semua ABK pakai pelampung dan terjun ke laut sambil berpegangan di fiber ikan,” jelas Shobirin.

Sementara ABK sudah melompat ke laut untuk menyelamatkan diri, Shobirin memilih bertahan di atas dek kapal.

Ia berupaya mencari sinyal telepon agar bisa menghubungi agen kapal dan meminta pertolongan.

“Saya masih di atas kapal cari sinyal. Di wilayah itu memang susah sinyal, tapi Alhamdulillah masih dapat satu balok. Langsung saya kasih kabar ke agen,” tuturnya.

Dalam kondisi gelap dan laut yang berombak, Shobirin dan para ABK terombang-ambing hampir empat jam di tengah laut.

Mereka akhirnya berhasil diselamatkan oleh tim Basarnas yang tiba di lokasi setelah menerima laporan dari agen kapal.

“Alhamdulillah semua selamat, tidak ada korban jiwa. Kami langsung dievakuasi ke Tarempa oleh Basarnas,” ucap Shobirin dengan lega.

Setelah proses evakuasi selesai, kapal yang tenggelam dilaporkan masih berada di perairan Pempang.

Sejumlah nelayan dari Siantan Timur membantu petugas untuk memastikan posisi kapal sebelum proses penarikan dilakukan.

Shobirin menegaskan bahwa sebelum berangkat, kondisi kapal dinilai layak berlayar. Ia juga memastikan bahwa muatan ikan tidak melebihi kapasitas.

“Surat jalan dari Syahbandar sudah lengkap. Semua sesuai aturan dan tidak ada tanda-tanda kapal akan bermasalah,” ujarnya.

Dari peristiwa tersebut, kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Nilai itu hanya ikan-ikan segar berkualitas super yang akan dikirim ke Pontianak. Belum termasuk kerugian kapal.

“Kami ini cuma pekerja kapal, hanya ambil upah antar. Kalau ikannya punya para toke di Tarempa. Jadi mereka yang paling rugi,” kata Shobirin.

Hingga kini, tim SAR bersama nelayan setempat masih berupaya mengevakuasi KM Selat Meranti ke lokasi yang lebih aman.

Kapal tersebut rencananya akan diperbaiki setelah berhasil ditarik ke daratan.

Pihak berwenang juga masih melakukan penyelidikan penyebab pasti tenggelamnya kapal.

Namun dugaan sementara, kapal kehilangan keseimbangan akibat ombak besar saat melintas di perairan Pempang. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#kapal tenggelam