Kasus ini menyita perhatian publik karena ditemukan banyak kejanggalan di lokasi kejadian. Harsyad ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar di semak-semak menuju Kampung Flores, Desa Tarempa Selatan, pada Jumat (17/10) pagi.
Kematian korban yang misterius membuat polisi bergerak cepat. Dugaan sementara, ada seseorang yang menjemput korban pada dini hari sebelum kejadian tragis itu terjadi.
"Informasi yang kita terima, korban sempat dijemput seorang pria sekitar pukul 02.00 WIB," ujar Kasat Reskrim Polres Anambas, AKP Bambang Sutmoko, Selasa (21/10).
Menurut Bambang, pihaknya saat ini sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk mengungkap kebenaran di balik kematian Harsyad. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memeriksa rekaman CCTV di sejumlah titik jalan yang kemungkinan dilalui korban sebelum ditemukan tewas.
“Kami masih terus melakukan penyelidikan, termasuk mengecek CCTV di ruas jalan yang mungkin dilewati korban,” jelasnya.
Selain memeriksa rekaman CCTV, polisi juga menelusuri beberapa lokasi yang biasa menjadi tempat tongkrongan korban. Langkah ini dilakukan untuk mencari tahu dengan siapa korban terakhir kali bertemu.
"Kami menelusuri tempat-tempat yang sering didatangi korban untuk mencari petunjuk baru," tambah Bambang.
Ketika ditanya soal adanya tiga orang saksi yang sudah diperiksa, Bambang belum ingin memberikan komentar lebih jauh. Ia menyebut, proses pemanggilan dan pemeriksaan saksi masih berjalan.
“Pemanggilan saksi saya belum tanda tangan berkas. Yang jelas, kami masih berupaya keras mencari pelaku. Untuk saksi, nanti akan kita sampaikan setelah prosesnya selesai,” ujar Bambang.
Tidak hanya di darat, polisi juga melakukan penyisiran di laut. Kapal-kapal yang berangkat dari pelabuhan menuju luar Anambas turut diperiksa, guna memastikan tidak ada pelaku yang kabur meninggalkan wilayah tersebut.
“Sudah kita susuri kapal-kapal di pelabuhan, kita periksa satu per satu,” tegas Bambang.
Polres Anambas kini masih mendalami apakah kematian Harsyad mengandung unsur pembunuhan atau tidak. Untuk memastikan hal itu, hasil autopsi dari tim forensik akan menjadi kunci penting.
"Kalau orang meninggal, bisa wajar bisa tidak wajar. Nah, untuk membuktikannya, kita perlu autopsi," ungkapnya.
Bambang juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak berspekulasi dan membantu kepolisian dengan memberikan informasi yang akurat terkait aktivitas terakhir korban.
“Kami berharap masyarakat yang mengetahui posisi terakhir korban sebelum ditemukan tewas bisa melapor. Semua informasi akan sangat membantu proses penyelidikan,” katanya.
Kasus ini masih terus dikembangkan oleh pihak kepolisian. Polres Anambas berkomitmen untuk mengungkap penyebab kematian Harsyad secara terang benderang agar keluarga korban mendapatkan keadilan.
Editor : Tunggul Manurung