Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Riwayat Epilepsi Helmi Bikin Dugaan Baru di Balik Hilangnya ABK KM Antena Asal Sumut

Ihsan Imaduddin • Selasa, 18 November 2025 | 13:00 WIB
Petugas gabungan saat sedang mengecek KM Antena sebelum melanjutkan pencarian korban, Helmi yang hilang, Senin, (17/11).
Petugas gabungan saat sedang mengecek KM Antena sebelum melanjutkan pencarian korban, Helmi yang hilang, Senin, (17/11).

batampos- Proses pencarian Anak Buah Kapal (ABK) KM Antena bernama Helmi yang hilang saat mencari ikan masih terus dilakukan hingga memasuki hari keempat.

Tim gabungan dari Basarnas Natuna, TNI, Polri, hingga masyarakat setempat tetap berjibaku menyusuri perairan sekitar lokasi hilangnya korban.

Helmi diketahui merupakan pria asal Tanjung Balai Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Ia dilaporkan hilang pada Jumat (14/11) pagi saat kapal sedang dalam perjalanan menuju Kuala Maras, Kecamatan Jemaja Timur.

Kepala Basarnas Natuna, Abdul Rahman mengatakan, sejak hari pertama pencarian hingga hari ini, petugas belum menemukan tanda-tanda keberadaan Helmi. Semua upaya yang dilakukan belum membuahkan hasil.

“Pencarian masih nihil, petugas belum mendapatkan tanda-tanda adanya korban,” ujar Abdul Rahman, Senin (17/11).

Menurut dia, tim gabungan terus memperluas area pencarian dengan menyisir alur angkutan laut yang dilalui KM Antena sebelum tiba di Kuala Maras.

Setiap titik yang berpotensi menjadi lokasi jatuhnya korban turut dipetakan dan diperiksa.

“Kapal berangkat dari Tanjungpinang, kita cari dari titik awal hilangnya korban yang berada di Pulau Ayam hingga Kuala Maras,” jelasnya.

Selain menggunakan kapal cepat, petugas juga menerjunkan perahu karet untuk menyisir area yang lebih sempit serta memeriksa celah-celah karang dan pesisir yang mungkin menjadi tempat korban terbawa arus.

Abdul Rahman menambahkan, kondisi cuaca yang berubah-ubah turut menjadi tantangan dalam proses pencarian. Gelombang yang kadang meninggi membuat tim harus menyesuaikan pola operasi di lapangan.

Di tengah upaya pencarian, Basarnas juga terus berkoordinasi dengan nelayan setempat untuk memperluas informasi jika ada penemuan benda-benda yang diduga milik korban.

Nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian turut diminta meningkatkan kewaspadaan.

Abdul Rahman juga mengungkapkan bahwa Helmi diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan dalam proses analisis pencarian.

“Korban memiliki riwayat epilepsi, sehingga kemungkinan ia terjatuh akibat kambuh di tengah aktivitas di kapal tidak bisa dikesampingkan,” tegasnya.

Hingga kini, operasi pencarian masih terus dilanjutkan. Basarnas memastikan seluruh sumber daya dikerahkan untuk menemukan Helmi dan memberikan kepastian kepada keluarga yang menunggu dengan penuh harap. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#jatuh ke laut #abk kapal