batampos- Stok ikan tongkol di Pasar Ikan Tarempa Barat pada Minggu (23/11) pagi terlihat melimpah.
Para pedagang memenuhi area jualan dengan tumpukan tongkol segar yang baru tiba dari para nelayan.
Melimpahnya stok ini dipicu oleh membaiknya kondisi cuaca di perairan Anambas yang sebelumnya sempat ekstrem dengan gelombang mencapai tiga meter.
Pantauan Batam Pos di lapangan menunjukkan suasana pasar yang lebih ramai dari biasanya.
Sejumlah pedagang bahkan terpaksa memajang ikan tongkol langsung di lantai pasar karena meja jualan sudah tidak mampu lagi menampung banyaknya stok yang datang sejak subuh.
Zamri, salah satu pedagang ikan, mengatakan harga tongkol menurun drastis akibat stok yang berlimpah.
Ia menyebutkan untuk ukuran sedang, ikan tongkol dijual hanya Rp 20 ribu per ekor dengan berat rata-rata sekitar 2 kilogram.
Sementara ukuran besar dibanderol Rp 35 ribu per ekor dengan berat mencapai kurang lebih 4 kilogram.
“Ikan tongkol sekarang lagi banyak sekali, jadi harganya otomatis jatuh. Kami pun sampai kewalahan menata karena stok datang terus sejak pagi,” ujar Zamri sambil menunjukkan deretan tongkol segar yang terus berdatangan.
Ia menjelaskan, situasi seperti ini biasanya hanya terjadi ketika cuaca benar-benar bersahabat bagi para nelayan.
Zamri menambahkan, melimpahnya tongkol membuat sebagian pedagang tidak sempat lagi menimbang satu per satu.
“Pokoknya datang, bongkar, lalu langsung dijual. Pembeli juga ramai karena harga lagi bagus,” katanya.
Ikan-ikan yang dijual hari itu, jelas Zamri, seluruhnya merupakan hasil tangkapan nelayan pada malam sebelumnya.
“Masih segar sekali, baru tiba subuh. Nelayan antar langsung ke kita, jadi pembeli dapat ikan yang benar-benar baru naik dari laut,” tuturnya.
Ia juga menyebut bahwa jika cuaca terus stabil, pasokan diperkirakan akan tetap tinggi selama beberapa hari ke depan.
Hal ini tentu menguntungkan masyarakat yang ingin membeli ikan dalam jumlah banyak.
Sementara itu, Wati, salah satu pembeli yang ditemui di lokasi, mengaku memanfaatkan momentum ini untuk membeli ikan tongkol dalam jumlah besar.
Ia menyebutkan bahwa tongkol menjadi bahan utama untuk usaha ikan asap atau salai miliknya yang dikirim ke Batam.
“Saya tadi beli 60 ekor ukuran sedang. Lumayan sekali karena harganya lagi jatuh. Stok pun banyak, jadi saya bisa pilih mana yang paling bagus,” kata Wati.
Ia menambahkan bahwa penurunan harga ini membantu menekan biaya produksi usaha kecilnya.
Biasanya, saat cuaca buruk dan ikan sulit didapat, ia harus membeli dengan harga yang lebih tinggi.
Menurut Wati, tongkol segar sangat menentukan kualitas ikan asap yang ia produksi.
Karena itu, ia selalu berburu stok ketika musim ikan sedang melimpah. “Kalau begini, kita bisa produksi dua kali lipat dari biasanya,” ujarnya.
Para pedagang menyebutkan bahwa lonjakan pasokan tongkol kali ini merupakan yang terbesar dalam beberapa minggu terakhir.
Sebelumnya, cuaca buruk membuat para nelayan tidak dapat melaut sehingga pasokan menipis dan harga melambung.
Kondisi pasar yang kembali semarak disambut baik oleh masyarakat. Banyak warga memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli stok ikan lebih banyak untuk kebutuhan rumah tangga. (*)
Editor : Tunggul Manurung