Mereka menghadiri kegiatan doa dan zikir bersama yang digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana alam yang melanda Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kegiatan ini dilaksanakan usai tersebarnya kabar mengenai banyaknya korban jiwa dan kerusakan yang terjadi akibat bencana tersebut. Suasana di dalam masjid tampak haru dan penuh keprihatinan.
Pantauan Batam Pos, sejumlah ASN terlihat mengusap air mata selama zikir berlangsung. Kesedihan itu tidak dapat disembunyikan karena beberapa dari mereka memiliki keluarga yang tinggal di daerah terdampak.
Salah satu ASN asal Pidie Jaya, Aceh, Haziq, tidak mampu menutupi kecemasannya. Ia mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada kabar mengenai keberadaan saudaranya.
"Saudara saya sampai saat ini belum ada kabar. Komunikasi benar-benar terputus, dan kami hanya bisa menunggu sambil berharap ada kabar baik," ujar Haziq.
Haziq mengatakan, dirinya hanya bisa berdoa agar seluruh korban segera ditemukan dan keluarganya berada dalam keadaan selamat.
"Harapan saya, semua yang hilang bisa ditemukan, apa pun kondisinya. Dan semoga bantuan cepat tiba untuk masyarakat yang sedang benar-benar membutuhkan," tambahnya.
Doa dan zikir bersama ini menjadi momen bagi para ASN untuk menyalurkan rasa empati sekaligus mendoakan keselamatan saudara-saudara mereka di wilayah bencana.
Selain ASN, sejumlah pejabat daerah juga terlihat hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Wakil Bupati Anambas, Raja Bayu.
Raja Bayu menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah yang terjadi. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus menunjukkan solidaritas kepada daerah terdampak.
"Bencana ini mengingatkan kita bahwa musibah bisa datang kapan saja. Yang paling penting adalah bagaimana kita saling menguatkan. Anambas akan selalu berdiri bersama saudara-saudara kita di Aceh, Sumut, dan Sumbar," ujar Raja Bayu.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Anambas untuk mendoakan para korban dan memberikan dukungan sesuai kemampuan.
"Mari kita sisihkan waktu, tenaga, dan apa pun yang bisa kita bantu. Solidaritas adalah kekuatan terbesar kita sebagai bangsa," pungkas Bayu. (*)
Editor : Tunggul Manurung