Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Warga Kute Siantan Keluhkan Internet Lemah, Ini Komentar Bupati Aneng

Ihsan Imaduddin • Senin, 8 Desember 2025 | 15:00 WIB
Bupati Anambas, Aneng menyapa masyarakat Desa Kute Siantan, Minggu, (7/12) sore.
Bupati Anambas, Aneng menyapa masyarakat Desa Kute Siantan, Minggu, (7/12) sore.

batampos - Jaringan internet yang belum stabil kembali dikeluhkan masyarakat di Kecamatan Kute Siantan.

Warga mengaku semakin kesulitan berkomunikasi, terutama saat cuaca buruk yang kerap membuat sinyal hilang total.

Faturrahman, salah satu warga, mengatakan kondisi ini sudah berlangsung cukup lama.

Menurutnya, warga terpaksa harus mencari lokasi tertentu hanya untuk mendapatkan satu atau dua bar sinyal.

“Kadang kalau cuaca buruk, sinyal langsung hilang. Mau kirim pesan saja tidak bisa,” ujarnya, Minggu, (7/12).

Ia menilai, kondisi tersebut sangat berdampak pada kebutuhan komunikasi masyarakat. Terlebih ketika terjadi keadaan mendesak yang memerlukan informasi cepat.

“Tentu ini sangat menyulitkan bagi kami. Kalau ada kebutuhan darurat, mau hubungi sanak keluarga pun terkendala,” tambahnya.

Faturrahman menyebut sebenarnya sudah ada alternatif jaringan berupa layanan WiFi.

Namun, tidak semua warga mampu memasang layanan tersebut karena biaya bulanan yang cukup tinggi.

“Cuma kan tidak semua warga yang mampu pasang WiFi. Mungkin bisa dicarikanlah solusi bersama supaya semua bisa akses internet yang layak,” katanya.

Menanggapi keluhan itu, Bupati Kepulauan Anambas, Aneng menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

Ia meminta Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) segera berkoordinasi dengan Telkomsel sebagai penyedia jaringan utama di wilayah tersebut.

“Di sini rata-rata masyarakat pakai Telkomsel. Jadi tidak ada alasan kualitas jaringan tetap begini terus,” katanya.

Aneng menambahkan, ia ingin pembahasan dilakukan cepat dan menghasilkan langkah konkret agar masyarakat tidak terus dirugikan oleh layanan yang kurang maksimal.

“Saya minta Diskominfo panggil Telkomsel dan bahas sampai tuntas. Masyarakat berhak mendapatkan layanan jaringan yang layak. Jangan tunggu rusak dulu baru bergerak,” tegasnya.

Bupati Aneng juga menekankan bahwa akses internet sudah menjadi kebutuhan dasar, bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, sehingga penyedia layanan harus benar-benar serius memperbaiki kualitas jaringannya.

“Internet bukan barang mewah lagi. Ini kebutuhan masyarakat untuk sekolah, usaha, hingga keselamatan. Jadi saya minta Telkomsel betul-betul perbaiki jaringannya,” ujar Aneng. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#jaringan internet