batampos- Cuaca ekstrem yang beberapa waktu terakhir melanda Kabupaten Kepulauan Anambas mulai berdampak pada infrastruktur. Sejumlah ruas jalan yang berada di dekat bibir pantai mengalami abrasi.
Hingga pertengahan Desember ini, tercatat sudah ada lima titik jalan yang ablas. Meski kerusakannya belum tergolong parah, pemerintah daerah tetap menaruh perhatian serius.
Adapun lokasi jalan yang terdampak berada di Harung Hijau, Desa Landak, Desa Rewak, Kelurahan Letung, dan Padang Melang. Kelima titik ini rata-rata berada di kawasan pesisir yang langsung berhadapan dengan ombak.
Bupati Anambas, Aneng, mengatakan kondisi tersebut menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah. Ia menegaskan penanganan akan dilakukan untuk mencegah kerusakan lebih besar.
Menurut Aneng, penanganan permanen akan mulai dilakukan pada tahun 2026. Pihaknya berencana memasang batu miring atau struktur penahan ombak di titik-titik jalan yang terdampak abrasi.
“Sudah saya minta PUPR mendata jalan mana saja yang amblas. Karena sebagian besar lokasinya berada di tepi pantai dan memang tidak ada batu miring sebelumnya,” kata Aneng, Kamis (11/12).
Ia menyebutkan, tanpa adanya penahan ombak, permukaan tanah di bawah badan jalan akan terus tergerus air laut. Jika dibiarkan, kondisi tersebut bisa menyebabkan kerusakan lebih parah.
Aneng juga menyoroti perencanaan jalan di lokasi pesisir yang dinilainya kurang tepat. Ia menilai pembangunan jalan sebelumnya tidak mempertimbangkan ancaman abrasi.
“Perencanaannya kurang. Sudah tahu di tepi pantai, tapi tidak dipasang batu miring,” ujarnya.
Akibat perencanaan yang minim, jalan yang hanya diperkuat dengan pengerasan dan lapisan aspal itu tidak mampu menahan tekanan ombak saat cuaca sedang buruk.
Ia berharap ke depan pembangunan infrastruktur di wilayah pesisir lebih memperhatikan aspek keselamatan dan ketahanan, terutama karena Anambas rawan cuaca ekstrem.
Pemerintah daerah juga berencana meninjau ulang sejumlah ruas jalan lain yang memiliki risiko serupa untuk mencegah kejadian yang sama di masa mendatang.
Dengan langkah-langkah ini, Aneng berharap kerusakan jalan akibat abrasi tidak lagi terjadi setiap musim cuaca buruk melanda wilayah Anambas. (*)
Editor : Tunggul Manurung