Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Fenomena Musim Angin Utara, Warga Tarempa Berburu Ikan Tamban

Ihsan Imaduddin • Senin, 15 Desember 2025 | 15:00 WIB
Sejumlah warga Tarempa sedang asyik berburu ikan tamban dengan alat pancing masing-masing, Minggu, (14/12).
Sejumlah warga Tarempa sedang asyik berburu ikan tamban dengan alat pancing masing-masing, Minggu, (14/12).

batampos - Dari kejauhan, sejumlah warga terlihat berdiri berjejer rapi di atas ponton dermaga Pelabuhan Sri Siantan, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Minggu (14/12). Mereka memandang ke arah laut dengan tali pancing di tangan.

Pemandangan ini sekilas tampak seperti antrean penumpang yang hendak naik speed boat.

Namun, jika diperhatikan lebih dekat, warga tersebut ternyata sedang asyik memancing.

Target mereka bukanlah ikan besar, melainkan ikan tamban yang tengah ramai muncul di bawah dermaga pelabuhan.

Fenomena memancing ikan tamban ini sudah menjadi pemandangan tahunan di Tarempa.

Setiap kali musim angin utara tiba, ikan-ikan kecil ini akan berkumpul di perairan sekitar dermaga.

Arus laut dan kondisi perairan yang tenang membuat ikan tamban merasa nyaman berada di area pelabuhan. Hal ini menjadi kesempatan bagi warga untuk mencari ikan dengan mudah.

Salah seorang pemancing, Firman, mengaku sengaja datang ke dermaga hanya untuk memancing ikan tamban. Menurutnya, kegiatan ini cukup membantu memenuhi kebutuhan lauk di rumah.

“Lumayan bisa jadi lauk makan di rumah, paling saya mancing secukupnya saja,” ujar Firman sambil tersenyum.

Firman menjelaskan, ikan tamban memiliki rasa yang gurih jika diolah dengan cara digoreng. Meski tubuhnya kecil dan memiliki banyak tulang, rasanya tetap disukai banyak orang.

“Memang tulangnya banyak, tapi kalau sudah digoreng kering, rasanya enak,” katanya.

Selain digoreng, ikan tamban juga sering diolah dengan cara diasapkan atau disalai. Cara ini membuat ikan lebih tahan lama dan cocok disimpan beberapa hari.

“Kadang ikan tamban ini sering juga diasapkan atau disalai. Pokoknya enak ikan tamban ini,” tutur Firman.

Untuk memancing ikan tamban, peralatan yang digunakan pun tergolong sederhana. Warga tidak perlu membeli umpan mahal atau perlengkapan khusus.

“Tidak perlu umpan hidup, cukup pakai pancing bulu atau umpan mainan,” jelasnya.

Menurut Firman, ikan tamban hidup bergerombolan. Karena itu, memancing ikan ini tergolong sangat mudah.

“Sekali turun mata kail, langsung dapat. Kalau lagi banyak, cepat penuh,” katanya.

Di pasaran, harga ikan tamban juga terbilang murah. Untuk satu kilogram ikan tamban, harganya hanya sekitar Rp10 ribu.

Harga yang terjangkau ini membuat ikan tamban menjadi pilihan lauk bagi banyak keluarga, terutama saat hasil tangkapan sedang melimpah.

Bagi warga Tarempa, musim ikan tamban bukan hanya soal mencari lauk murah, tetapi juga menjadi momen kebersamaan, menikmati waktu santai di dermaga sambil merasakan rezeki dari laut. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#pancing #ikan tamban