batampos – Sejumlah permukiman warga di Desa Ulu Maras, Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, terendam banjir pada Selasa (6/1/2026). Air menggenangi rumah-rumah warga sejak pagi hari dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Banjir terjadi akibat meluapnya sungai dan bendungan di sekitar desa. Kondisi tersebut dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang turun terus-menerus sejak malam hingga pagi hari.
Meski hujan tidak turun dengan deras, durasi hujan yang cukup lama membuat tanah tidak mampu menyerap air. Akibatnya, debit air di sungai meningkat dan meluap ke kawasan permukiman.
Salah seorang warga, Boby, mengatakan hujan mulai turun sejak malam dan tidak berhenti hingga pagi. Kondisi itu menyebabkan air perlahan naik dan masuk ke area permukiman.
“Hujan dari malam tidak berhenti. Meski tidak deras, intensitasnya tinggi sehingga air meluap,” ujar Boby.
Menurut Boby, air mulai naik sekitar pukul 07.00 WIB dan mencapai ketinggian selutut orang dewasa. Kenaikan air terjadi secara bertahap, tidak tiba-tiba.
Karena air naik perlahan, warga masih sempat melakukan persiapan dengan menyelamatkan barang-barang penting seperti dokumen, pakaian, dan peralatan elektronik ke tempat yang lebih aman.
“Kami sempat berkemas dulu untuk mengamankan dokumen dan alat elektronik. Air masuk ke rumah sejak pagi,” jelasnya.
Hingga pukul 14.00 WIB, genangan air masih terlihat di sejumlah titik dan belum menunjukkan tanda-tanda surut. Warga tetap waspada karena khawatir air kembali naik jika hujan turun lagi.
Di tengah kondisi tersebut, warga saling bergotong royong membantu membersihkan halaman rumah, mengangkat barang-barang, serta menjaga lingkungan agar tetap aman.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas, Rovaniyadi, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan banjir di Desa Ulu Maras dan wilayah sekitarnya.
“Kami telah menyiagakan personel BPBD untuk membantu evakuasi dan penanganan warga terdampak. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” ujarnya.
BPBD juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan aparat setempat untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan cepat serta mengantisipasi potensi banjir susulan. (*)
Editor : M Tahang