Ihsan Imaduddin• Selasa, 13 Januari 2026 | 12:30 WIB
KASATLantas, Iptu Zulfikar memberikan apresiasi kepada pengendara yang gunakan helm di Anambas. Selama 2025, polisi catat ada 23 insiden kecelakaan, naik dibandingkan 2024. F IHSAN I/Batam Pos
Batampos - Di balik meningkatnya jumlah kecelakaan lalu lintas sepanjang 2025, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kepulauan Anambas mencatat adanyapenurunan dampak fatalakibat kecelakaan.
Kasat Lantas Polres Kepulauan Anambas,Iptu Zulfikar, mengungkapkan, jumlah korban meninggal dunia dan korban luka berat tercatat lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
"Meski jumlah kecelakaan meningkat, korban meninggal dunia dan luka berat justru menurun dibanding tahun 2024," jelas Zulfikar saat ditemui, Senin (12/1/2026).
Selain itu,kerugian materiil akibat kecelakaanjuga mengalami penurunan signifikan, dariRp12,7 juta pada 2024 menjadi Rp9,9 juta di 2025.
Namun demikian, Zulfikar menyoroti masih maraknya pengendara yang mengemudi dalam kondisimabuk akibat minuman keras, yang dinilai menjadi ancaman serius keselamatan lalu lintas.
Salah satu kasus yang sempat menghebohkan masyarakat adalah kecelakaan yang menimpa seorang pria bernamaBos Bobidi Jembatan Selayang Padang, Tarempa. Korban ditemukan menggelepar di tengah jembatan setelah kehilangan kendali atas kendaraannya.
“Korban diduga kuat berada di bawah pengaruh alkohol sehingga tidak mampu mengendalikan kendaraan dengan baik,” ungkap Zulfikar.
Ke depan, Satlantas Polres Kepulauan Anambas menegaskan akan terus meningkatkansosialisasi keselamatan berlalu lintas, penegakan hukum yang konsisten, serta penguatan patroli untuk menekan angka kecelakaan.
“Kami berkomitmen mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Kabupaten Kepulauan Anambas,” tutupnya. (*)