Pasokan Ayam Beku Terputus Sepekan, Warga Anambas Beralih Konsumsi Ikan Laut
Ihsan Imaduddin• Sabtu, 17 Januari 2026 | 10:00 WIB
PEDAGANG di pasar Tarempa sedang mengemas ikan yang dibeli oleh pembeli di Pasar Tarempa. Sejak sepekan lalu, pasokan Ayam terputus. F Ihsan Imaduddin/Batam Pos
Batampos - Pasokanayam bekudi Kabupaten Kepulauan Anambas terputus sejak sepekan terakhir, membuat masyarakat kesulitan mendapatkan salah satu bahan pangan utama tersebut. Kondisi ini terjadi di tiga pulau besar, yakniJemaja, Matak, dan Siantan.
Pantauan diPasar Tarempa, Jumat (16/1/2026), menunjukkan sejumlah lapak pedagang ayam tampak kosong dan tidak beroperasi. Lapak yang biasanya menjual ayam beku terlihat tutup atau hanya menjajakan komoditas lain.
Kondisi serupa juga terjadi di sejumlahswalayan di wilayah Siantan. Dua supermarket besar terpantau tidak memajang stok ayam beku di etalase pendingin mereka.
Akibat kelangkaan tersebut, warga terpaksamengubah pola konsumsidengan beralih ke ikan laut yang masih relatif tersedia di pasaran.
Salah seorang warga Tarempa,Prengky, mengaku sudah beberapa hari tidak menemukan ayam beku, baik di pedagang kecil maupun distributor lokal.
“Sudah tak ada lagi ayam, putus. Di distributor lokal pun juga tak tersedia ayam. Terpaksa kita makan ikan saja,” ujar Prengky.
Ia menyebut, terputusnya pasokan ayam juga diikuti kelangkaan telur. Meski sempat ada pasokan telur yang masuk menggunakan kapal Roro, jumlahnya sangat terbatas.
“Bukan cuma ayam, telur juga kosong. Kemarin memang ada telur datang pakai kapal Roro, tapi tidak banyak,” katanya.
Menurut Prengky, salah satu penyebab utama terhambatnya pasokan sembako ke Anambas adalahcuaca laut buruk, sehingga kapal pengangkut dari Kijang, Kabupaten Bintan, tidak diizinkan berlayar. (*)