Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Hampir Sepekan Penumpang Wings Air di Letung Terlantar 

Ihsan Imaduddin • Sabtu, 24 Januari 2026 | 18:30 WIB

Calon penumpang Wings Air yang gagal berangkat, Zikri Waldi (kiri) dan Rina saat memberikan pernyataan pasca tiga kali keberangkatan ditunda. F. Zikri untuk Batam Pos
Calon penumpang Wings Air yang gagal berangkat, Zikri Waldi (kiri) dan Rina saat memberikan pernyataan pasca tiga kali keberangkatan ditunda. F. Zikri untuk Batam Pos

Berulang Kali Penerbangan Dibatalkan, Maskapai Tak Beri Kepastian Keberangkatan

batampos - Puluhan penumpang Wings Air rute Letung–Batam terpaksa terlantar hampir sepekan di Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas. Penerbangan yang dijadwalkan berulang kali dibatalkan tanpa kejelasan, memicu keluhan keras terhadap pelayanan Lion Air Group.

Pembatalan terakhir terjadi pada penerbangan Wings Air nomor IW1229 yang dijadwalkan berangkat Jumat (23/1). Informasi pembatalan disampaikan secara sepihak melalui pesan singkat WhatsApp kepada penumpang, tanpa penjelasan rinci mengenai alasan teknis.

Dalam pemberitahuan tersebut, pihak maskapai hanya menawarkan perubahan jadwal penerbangan ke Senin (26/1) pukul 14.30 WIB dengan nomor penerbangan yang sama. Penumpang diminta menyetujui perubahan jadwal, meski harus menunggu hingga tiga hari berikutnya. Wings Air diketahui melayani rute Letung setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.

Namun, bagi sebagian penumpang, penundaan ini bukan yang pertama. Sejumlah penumpang mengaku telah mengalami pembatalan hingga tiga kali sejak 21 Januari 2026, sehingga total waktu tunggu mencapai hampir satu minggu di Jemaja.

Sedikitnya 20 calon penumpang terdampak langsung. Mereka memiliki kepentingan mendesak, mulai dari urusan kedinasan, pengobatan, hingga bisnis ke luar daerah maupun luar negeri yang akhirnya gagal terlaksana.

Salah satu penumpang, Muhammad Zikri Waldi, Sekretaris Pengadilan Agama Tarempa, mengaku gagal menghadiri agenda audiensi Pengurus Pusat IPASPI di Komisi III DPR RI yang dijadwalkan pada 26 Januari 2026.

“Perjalanan ini saya lakukan secara swadaya, bukan menggunakan anggaran pemerintah. Tapi akhirnya gagal berangkat karena penerbangan dibatalkan berkali-kali,” ujarnya, Sabtu (24/1).

Selama masa penundaan, menurut Zikri, penumpang hanya difasilitasi kamar hotel tanpa konsumsi yang layak.

“Selama tiga hari kami hanya diberi kamar hotel tanpa makan. Ini sangat merugikan dan tidak sesuai dengan hak penumpang,” katanya.

Ia menuturkan, pada hari keberangkatan seluruh penumpang telah berada di Bandara Letung sesuai jadwal. Awalnya, pihak bandara menyampaikan keterlambatan sekitar 80 menit dan hanya memberikan makanan ringan. Namun setelah menunggu, penerbangan justru dibatalkan.

“Alasannya karena ada keretakan kaca pesawat, tetapi tidak dijelaskan secara terbuka sejak awal,” ungkap Zikri.

Keluhan serupa disampaikan Rina, warga Tarempa, yang hendak membawa suaminya berobat ke Rumah Sakit Awal Bros Batam. Ia mengaku penerbangannya tertunda sejak 21 Januari hingga 26 Januari 2026.

“Kami hampir satu minggu tertahan di Jemaja. Dua kali penerbangan dibatalkan, padahal jatah cuti saya sangat terbatas,” kata Rina.

Penumpang lain yang enggan disebutkan namanya mengaku mengalami kerugian bisnis karena gagal melanjutkan perjalanan ke Singapura. Hotel yang telah dipesan untuk 24–26 Januari 2026 senilai Rp4,2 juta hangus akibat pembatalan penerbangan.

Para penumpang menilai Lion Air Group dan Wings Air lalai dalam memberikan kepastian jadwal serta kompensasi yang layak. Selain kerugian materi, mereka juga mengalami tekanan psikologis akibat ketidakpastian dan biaya hidup tambahan selama penundaan.

Penumpang mendesak Wings Air bertanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak menutup kemungkinan menempuh jalur hukum apabila terus ditelantarkan tanpa kejelasan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Lion Air Group dan Wings Air belum memberikan keterangan resmi. Batam Pos berupaya melakukan konfirmasi kepada Manager Area Kepri, Amar, baik melalui pesan WhatsApp dan telepon, tapi yang bersangkutan belum memberikan respons. (*)

Editor : M Tahang
#wings air #penumpang terlantar #lion air group