batampos – Angin kencang disertai gelombang tinggi menerjang wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas dan menyebabkan sebuah rumah pelantar warga ambruk hingga jatuh ke laut. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Ladan, Kecamatan Palmatak, Minggu (25/1) sekitar pukul 13.30 WIB.
Rumah pelantar yang seluruhnya terbuat dari kayu itu diketahui milik Yono, warga setempat. Bangunan yang berdiri tepat di atas laut tersebut roboh setelah diterjang angin kencang saat kondisi perairan mulai bergelombang.
Warga sekitar sempat melihat rumah tersebut perlahan miring sebelum akhirnya ambruk. Suara kayu patah terdengar cukup keras dan sempat memicu kepanikan warga di sekitar lokasi kejadian.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Yono bersama istri dan anaknya berhasil menyelamatkan diri sesaat sebelum bangunan roboh ke laut.
Saat kejadian, Yono langsung menggendong anaknya dan mengajak sang istri keluar rumah. Mereka berlari menuju rumah tetangga terdekat untuk mencari tempat yang lebih aman.
Setelah memastikan keluarganya selamat, Yono meminta bantuan warga sekitar. Sejumlah tetangga segera berdatangan untuk membantu proses evakuasi.
Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Anambas bersama aparat setempat turut turun ke lokasi kejadian. Mereka membantu mengevakuasi barang-barang milik korban yang masih dapat diselamatkan.
Sejumlah perabot rumah tangga serta dokumen penting berhasil diamankan. Namun, sebagian besar struktur bangunan tidak dapat diselamatkan karena sudah tenggelam ke dasar laut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas, Rovaniyadi, mengatakan ambruknya rumah tersebut disebabkan kondisi bangunan yang sudah tua dan lapuk.
“Penyebab utamanya karena faktor usia. Banyak bagian kayu, terutama pondasi, yang sudah lapuk,” ujarnya.
Menurut Rovaniyadi, cuaca ekstrem berupa angin kencang turut memperparah kondisi struktur rumah yang memang sudah tidak lagi kuat menopang beban.
BPBD mengimbau warga yang tinggal di rumah pelantar atau bangunan tua di wilayah pesisir agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca buruk melanda.
“Alhamdulillah evakuasi berjalan lancar. Kami mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat angin kencang demi keselamatan bersama,” tutup Rovaniyadi. (*)
Editor : M Tahang