batampos – Tiga nelayan asal Kabupaten Kepulauan Anambas berhasil dievakuasi setelah kapal KM Putra Daerah mengalami kerusakan mesin di perairan Offshore Kakap, Kamis (12/2).
Kapal mengalami gangguan saat mencari ikan di wilayah tangkapan yang jauh dari daratan sehingga tidak memungkinkan kembali ke pelabuhan. Pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kepulauan Anambas, Yuni Sahputra, mengatakan pihaknya menerima laporan setelah perusahaan terkait mengetahui kondisi kapal.
Menurutnya, perusahaan migas Star Energy memberikan bantuan darurat dengan mengizinkan kapal berlindung di area operasional mereka serta menyediakan logistik bagi awak kapal. “Alhamdulillah kapal nelayan yang rusak diberi perlindungan dan bantuan makanan,” ujarnya, Minggu (15/2).
Baca Juga: RSUD Jemaja Anambas Kumuh, IGD dan HCU Mangkrak Sejak 2020
Saat kejadian terdapat tiga awak kapal, yakni Zainudin, Danu, dan Nuar. Mereka sempat memperbaiki mesin, namun tidak berhasil. Karena kerusakan tidak dapat diatasi di lokasi, evakuasi dilakukan menggunakan kapal suplai milik perusahaan. Kapal kemudian ditarik menuju Desa Payalaman, Kecamatan Kute Siantan.
Proses evakuasi berlangsung beberapa jam dengan cuaca cukup mendukung. Pada Minggu pagi, ketiga nelayan tiba dengan selamat dan disambut keluarga serta warga. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan seluruh awak kapal dilaporkan dalam kondisi sehat.
HNSI mengapresiasi respons cepat perusahaan yang membantu evakuasi dan memberi perlindungan kepada nelayan. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan teknis kapal sebelum melaut serta pentingnya kerja sama antara nelayan dan pihak terkait untuk menjamin keselamatan di laut. (*)
Editor : Jamil Qasim