Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Harga Sembako Turun di Kabupaten Kepulauan Anambas Jelang Ramadan, Ikan Justru Naik

Ihsan Imaduddin • Kamis, 19 Februari 2026 | 09:30 WIB

 

Pedagang menunggu pembeli di Pasar Tarempa, Anambas, Rabu (18/2). Sejumlah bahan pokok seperti bawang dan cabai turun harga jelang Ramadan, sementara harga ikan mengalami kenaikan.
Pedagang menunggu pembeli di Pasar Tarempa, Anambas, Rabu (18/2). Sejumlah bahan pokok seperti bawang dan cabai turun harga jelang Ramadan, sementara harga ikan mengalami kenaikan.
batampos – Menjelang Ramadan 1447 H, harga bawang dan cabai di Pasar Tarempa, Anambas, turun signifikan. Namun, cuaca buruk membuat pasokan ikan berkurang sehingga harga melonjak di tingkat pedagang.

 

Bawang merah kini dijual Rp25 ribu per kilogram, turun Rp3 ribu dari harga sebelumnya yang sempat menyentuh Rp28 ribu per kilogram. Sementara bawang putih masih stabil di angka Rp45 ribu per kilogram karena stok dinilai mencukupi.

Harga cabai rawit juga turun menjadi Rp90 ribu per kilogram atau berkurang Rp10 ribu dari pekan lalu. Adapun cabai merah bertahan di harga Rp85 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang, Siti, mengatakan pembelian cabai oleh masyarakat umumnya dalam jumlah kecil.
“Kalau cabai, biasanya dijual per ons Rp10 ribu. Pembeli jarang beli per kilogram,” ujarnya.

Meski beberapa bahan pokok turun, harga sayur-mayur justru mengalami kenaikan. Cuaca yang tidak menentu dalam beberapa hari terakhir memengaruhi pasokan dari petani lokal.

“Hujan terus, banyak petani gagal panen. Kangkung Rp15 ribu per ikat, bayam juga naik,” katanya.

Siti juga mengeluhkan daya beli masyarakat yang sempat menurun dalam beberapa pekan terakhir, meski mulai meningkat menjelang Ramadan.
“Sekarang mulai ramai karena mau bulan puasa, masyarakat mulai beli kebutuhan,” tambahnya.

Selain faktor cuaca, distribusi sayur dari luar daerah disebut belum masuk ke Anambas dalam dua pekan terakhir akibat terganggunya pengiriman dari wilayah Bintan.

Berbeda dengan komoditas lain, harga ikan justru mengalami kenaikan. Gelombang laut yang tidak menentu membuat nelayan tidak selalu bisa melaut sehingga pasokan berkurang.

Harga ikan tongkol ukuran sedang kini mencapai Rp30 ribu per ekor, naik dari sebelumnya sekitar Rp20 ribu. Sementara ikan bulat atau sagai dijual Rp50 ribu untuk tiga ekor, padahal biasanya pembeli bisa mendapatkan lima ekor dengan harga tersebut.

Pedagang ikan, Gio, mengatakan kondisi cuaca sangat berpengaruh terhadap hasil tangkapan nelayan.
“Cuaca tidak menentu, nelayan kadang bisa melaut kadang tidak. Dampaknya harga naik. Tapi ketersediaan ikan hingga akhir Ramadan kami pastikan masih aman,” tegasnya. (*)

Editor : Jamil Qasim