Batampos - Pembangunan Jalan Lingkar Bajau di Kecamatan Siantan Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, kembali tertunda dan belum menunjukkan kejelasan hingga saat ini, Selasa (24/2/2026).
Proyek yang telah lama dinantikan masyarakat itu belum masuk dalam daftar kegiatan yang berjalan tahun ini.
Warga menilai akses jalan tersebut sangat dibutuhkan untuk membuka keterhubungan antarpermukiman di wilayah pesisir. Namun, realisasi di lapangan masih jauh dari harapan.
Sejak beberapa tahun lalu, pembukaan lahan dan pengerasan jalan memang sempat dilakukan. Akan tetapi, pekerjaan itu tidak berlanjut ke tahap peningkatan maupun pengaspalan.
Tokoh masyarakat Bajau, Sulistio, mengatakan warga sudah terlalu lama menunggu kepastian. Menurutnya, setiap pergantian kepemimpinan selalu muncul harapan baru, namun hasilnya belum terlihat.
Ia menyebut kondisi jalan yang ada saat ini belum memadai untuk menunjang aktivitas masyarakat. Terutama ketika musim hujan, akses menjadi licin dan sulit dilalui kendaraan.
Situasi tersebut berdampak pada kegiatan sehari-hari warga. Anak-anak yang bersekolah dan masyarakat yang hendak berobat kerap mengalami hambatan akibat akses yang terbatas.
Selain itu, sebagian warga masih mengandalkan jalur laut sebagai alternatif transportasi. Namun, moda tersebut tidak selalu bisa diakses dengan mudah, terutama saat cuaca buruk.
Masyarakat berharap Jalan Lingkar Bajau dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Akses darat yang layak diyakini mampu mempercepat distribusi barang dan hasil usaha warga.
Harapan juga disampaikan kepada Bupati Aneng yang saat ini memimpin Kabupaten Kepulauan Anambas. Warga meminta adanya kepastian mengenai kelanjutan proyek tersebut.
Menurut mereka, setidaknya pemerintah daerah dapat menyampaikan rencana yang jelas dan terbuka. Kepastian anggaran dan jadwal pelaksanaan dinilai penting agar tidak sekadar menjadi wacana.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Anambas, Andyguna Hasibuan, menjelaskan proyek tersebut belum dapat dilanjutkan pada tahun ini.
Ia menyebut kebijakan efisiensi anggaran menjadi penyebab utama tertundanya sejumlah kegiatan pembangunan daerah. Hampir seluruh proyek nonprioritas terkena dampaknya.
"Semua kegiatan di tunda dulu, hanya PSN yang berjalan," kata Andyguna.
Menurut Andyguna, hanya program yang mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tetap berjalan. Sementara proyek daerah seperti Lingkar Bajau tidak mendapat alokasi anggaran.
Ia menegaskan tidak ada kendala teknis dalam proyek tersebut. Penundaan murni disebabkan keterbatasan anggaran setelah dilakukan pemangkasan besar-besaran.
Nilai efisiensi anggaran daerah disebut mencapai lebih dari Rp200 miliar. Dampaknya, sejumlah proyek infrastruktur lain juga ikut ditunda.
Beberapa di antaranya termasuk perbaikan jalan ambruk di kawasan Seri Tanjung dan Jalan Muhammad Siantan di Tarempa Timur. Seluruhnya belum bisa dilaksanakan tahun ini.
Pemerintah daerah menyatakan masih menunggu arahan lanjutan terkait kebijakan anggaran ke depan. Hingga ada keputusan resmi, proyek Jalan Lingkar Bajau belum dapat dipastikan kelanjutannya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak