Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Putus Monopoli Pasokan Telur ke Anambas, Panen 500 Butir Telur Ayam di Jemaja Timur Dihadiri Bupati Aning

Ihsan Imaduddin • Senin, 2 Maret 2026 | 16:46 WIB

Bupati Kepulauan Anambas, Aneng didampingi istri, Sinta memanen langsung telur ayam di Desa Kuala Maras. F Diskominfo Anambas untuk Batam Pos
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng didampingi istri, Sinta memanen langsung telur ayam di Desa Kuala Maras. F Diskominfo Anambas untuk Batam Pos

Batampos - Panen perdana telur ayam sebanyak 500 butir di Desa Kuala Maras, Kecamatan Jemaja Timur, menjadi langkah awal yang penuh harapan bagi penguatan kemandirian pangan di Kabupaten Kepulauan Anambas. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, bersama perangkat desa dan masyarakat setempat, Minggu, (1/3/2026).

Sebanyak 500 butir telur yang dihasilkan pada tahap awal itu menjadi simbol dimulainya produksi telur lokal di wilayah kepulauan tersebut. Meski jumlahnya masih terbatas, panen ini dinilai sebagai awal yang baik untuk pengembangan peternakan ayam petelur di desa.

Selama ini, kebutuhan telur masyarakat Anambas sebagian besar dipasok dari luar daerah, seperti Bintan dan Batam. Kondisi geografis sebagai daerah kepulauan membuat biaya distribusi cukup tinggi.

Akibatnya, harga telur di pasaran kerap melonjak. Untuk satu papan telur, harga bahkan bisa menembus Rp70 ribu, terutama saat cuaca buruk menghambat pengiriman.

Aneng menyampaikan bahwa kehadiran peternakan ayam petelur di Kuala Maras diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang. Produksi lokal dinilai penting untuk menekan harga sekaligus menjaga ketersediaan stok.

“Kita ingin kebutuhan dasar masyarakat bisa dipenuhi dari daerah sendiri. Dengan begitu, harga bisa lebih terjangkau dan masyarakat tidak terbebani,” ujar Aneng saat panen berlangsung.

Ia menambahkan, penguatan sektor peternakan merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian pangan secara bertahap. Menurutnya, desa memiliki potensi besar untuk menjadi pusat produksi kebutuhan pokok.

“Kemandirian pangan itu dimulai dari desa. Kalau desa mampu memproduksi telur sendiri, kita tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasokan luar,” katanya.

Aneng juga berharap keberhasilan tahap awal ini dapat menginspirasi desa-desa lain di Anambas untuk membuka usaha serupa. Pemerintah daerah, kata dia, siap memberikan dukungan dan pendampingan.

“Harapan kami, seluruh desa bisa melihat peluang ini. Kalau banyak desa memelihara ayam petelur, maka kebutuhan telur di Anambas bisa tercukupi secara bertahap,” ungkapnya.

Menurutnya, produksi telur lokal juga menjadi langkah untuk memutus rantai monopoli pasokan yang selama ini terjadi karena distribusi dikuasai oleh pihak luar daerah. Dengan semakin banyak produsen lokal, harga diharapkan lebih stabil.

Ia menilai, semakin pendek rantai distribusi, semakin besar peluang harga menjadi lebih bersahabat bagi masyarakat. Hal ini sekaligus memperkuat perputaran ekonomi di tingkat desa.

Panen perdana ini disambut antusias oleh warga Kuala Maras. Mereka berharap usaha peternakan ayam petelur tersebut terus berkembang dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memantau dan mendukung pengembangan produksi telur di Jemaja Timur. Evaluasi dan pembinaan akan dilakukan agar hasil produksi dapat meningkat dari waktu ke waktu. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#anambas #pasokan telur #Panen Telur Anambas