Batampos - Perusahaan milik adik Presiden Prabowo Subianto, Hasyim S. Djojohadikusumo, melalui PT Nations Natuna Barat (Arsari Group) resmi terlibat dalam pengelolaan ladang minyak dan gas (migas) Mako di Blok Duyung, Kabupaten Kepulauan Anambas.
Kepastian tersebut menyusul pelaksanaan tahap implementasi Keputusan Investasi Akhir atau Final Investment Decision (FID) oleh SKK Migas untuk Pengembangan Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja Duyung. Wilayah kerja ini sebelumnya dikelola oleh West Natuna Exploration Limited (WNEL).
Pelaksanaan FID menandai dimulainya tahapan pengembangan proyek secara penuh setelah melalui proses evaluasi teknis dan komersial. Dengan adanya keputusan ini, proyek Lapangan Gas Mako resmi memasuki fase konstruksi dan pengembangan terintegrasi.
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menyambut baik masuknya investasi dari Arsari Group dalam pengembangan Blok Duyung. Ia menilai kehadiran investor nasional di sektor strategis seperti migas akan memberikan dampak besar bagi daerah.
Menurut Aneng, meski nilai total investasi belum diumumkan secara resmi, proyek tersebut diyakini akan membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal, baik pada tahap konstruksi maupun saat produksi berjalan.
“Kami menyambut baik investasi yang dilakukan pak Hasyim di Blok Duyung. Ini menjadi peluang besar bagi daerah, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Anambas,” ujar Aneng, Rabu, (4/3/2026).
Ia menjelaskan, pada fase engineering, konstruksi, hingga instalasi offshore nantinya akan membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah cukup besar. Pemerintah daerah berharap masyarakat lokal dapat diprioritaskan sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan.
Selain itu, keberadaan proyek migas tersebut juga diperkirakan akan mendorong pertumbuhan sektor pendukung, seperti transportasi laut, logistik, perhotelan, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Aneng optimistis investasi tersebut akan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan daerah, terutama melalui skema dana bagi hasil (DBH) migas yang diharapkan dapat berjalan secara adil dan proporsional.
“Kami yakin dengan kemampuan dan pengalaman beliau di dunia usaha, proyek ini akan berjalan baik. Harapan kami tentu adanya dana bagi hasil yang adil sehingga daerah penghasil juga dapat merasakan manfaat maksimal,” tegas Aneng.
Ia juga menilai kemampuan Hasyim S. Djojohadikusumo dalam dunia bisnis tidak perlu diragukan. Dengan rekam jejak dan dukungan pembiayaan yang kuat, pengembangan Lapangan Gas Mako diyakini mampu memberikan kontribusi signifikan bagi daerah dan nasional.
Di tempat berbeda, dalam keterangan resminya, CEO Arsari Group, Hasyim S. Djojohadikusumo, menyatakan bahwa keterlibatan pihaknya dalam proyek Mako merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Baca Juga: Harga Fluktuatif, Minat Beli Emas di Mega Mall Batam Center Justru Meningkat
“Dengan pengalaman panjang dan teruji di sektor migas serta dukungan pembiayaan yang solid, kami optimistis proyek ini dapat dijalankan secara profesional, tepat waktu, dan memberikan kontribusi nyata bagi penerimaan negara serta penguatan ketahanan energi Indonesia,” ujar Hasyim.
Proyek Mako dijadwalkan memasuki rangkaian fase utama mulai dari Pre-FID pada 2025 hingga target First Gas pada November 2027. Kegiatan pengembangan meliputi tahapan engineering, procurement, konstruksi, pengeboran, instalasi offshore, hingga commissioning dan start-up.
Lapangan Gas Mako diperkirakan mulai berproduksi atau onstream pada kuartal IV tahun 2027. Proyek ini diharapkan memberikan dampak positif bagi keberlanjutan sektor hulu migas Indonesia sekaligus memperkuat peran Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai salah satu daerah strategis penghasil migas di Tanah Air. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak