Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Ngaku Kajari dan Kasi Intel, Kepala Puskesmas Letung Tertipu Rp5 Juta

Ihsan Imaduddin • Jumat, 6 Maret 2026 | 22:10 WIB

Kasi Intel Kejari Anambas, Bambang Wiratdany. F. Ihsan Imadudin/Batam Pos
Kasi Intel Kejari Anambas, Bambang Wiratdany. F. Ihsan Imadudin/Batam Pos

batampos – Kepala Puskesmas Letung, Adymulianto Manurung, menjadi korban penipuan oleh oknum yang mengatasnamakan pejabat Kejaksaan Negeri Kepulauan Anambas. Pelaku meminta dana bantuan dengan modus koordinasi kegiatan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari).

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (5/3). Saat itu, korban menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Anambas.

Pelaku menghubungi korban melalui WhatsApp dan mengaku sebagai Bambang Wiratdany, Kasi Intelijen Kejari Kepulauan Anambas. Dalam percakapan tersebut, pelaku menyampaikan ingin berkoordinasi terkait kegiatan Kajari di wilayah Anambas sekaligus meminta bantuan dana.

“Dia telepon mau koordinasi sekalian bilang ada kegiatan Kajari. Jadi mau minta bantuan dana,” ujar Adymulianto, Jumat (6/3).

Tidak lama kemudian, korban kembali dihubungi oleh orang lain yang diduga masih bagian dari komplotan penipu.

Kali ini pelaku mengaku sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Anambas, Sigit Sugiarto. Ia menyampaikan tujuan yang sama, yakni meminta bantuan dana untuk kegiatan yang disebut berkaitan dengan Kajari.

“Sama tujuannya dengan yang pertama yang mengaku Kasi Intel. Karena Kajari yang nelpon, ya sudah kita bantu. Rupanya keduanya penipu,” kata Adymulianto.

Karena percaya dengan identitas yang disampaikan pelaku, korban akhirnya mentransfer uang sebesar Rp5 juta ke rekening BRK Syariah yang diberikan oleh pelaku.

Namun setelah melakukan transfer, Adymulianto mulai merasa curiga. Ia kemudian mencoba mencari informasi kepada sejumlah rekan media untuk memastikan kebenaran nomor telepon yang menghubunginya.

“Setelah kirim, saya baru cari informasi ke teman-teman media. Benar tidak itu nomor Kasi Intel dan Kajari. Ternyata tidak, apes betul,” ujarnya.

Ia menduga pelaku kemungkinan mengetahui kondisi di wilayah Anambas atau bahkan berada di daerah tersebut. Hal itu karena pelaku meminta dana ditransfer ke rekening bank yang umum digunakan di daerah tersebut.

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Kepulauan Anambas, Bambang Wiratdany, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menghubungi pejabat maupun pengusaha untuk meminta bantuan dana.

Ia juga memastikan hanya menggunakan satu nomor telepon resmi dan tidak memiliki nomor lain.

“Saya cuma satu nomor saja, tidak ada nomor lain. Begitu juga dengan Pak Kajari,” ujar Bambang.

Bambang menambahkan, sebelumnya juga pernah ada oknum yang mengaku sebagai dirinya dan meminta sejumlah uang kepada masyarakat.

Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati jika menerima telepon atau pesan yang mengatasnamakan pejabat kejaksaan.

“Kami harap masyarakat tetap berhati-hati dan melakukan konfirmasi kepada kami apakah benar atau tidak,” pungkasnya. (*)

Editor : M Tahang
#Kepala Puskesmas Letung #penipuan