Batampos - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau memberikan kemudahan bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas untuk mendapatkan uang pecahan baru menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah.
Kemudahan tersebut diberikan agar masyarakat tetap bisa menukarkan uang untuk kebutuhan lebaran meski berada di wilayah kepulauan yang cukup jauh dari pusat layanan BI.
Asisten Penyelia Perkasan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepulauan Riau, Panca Gunawan mengatakan masyarakat Anambas tidak perlu melakukan pendaftaran secara online melalui aplikasi PINTAR maupun situs resmi BI.
Ia menjelaskan, masyarakat cukup datang langsung ke kantor bank yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas untuk melakukan penukaran uang.
“Datang saja ke kantor bank yang ada di sana, tidak perlu daftar online,” ujar Panca Gunawan, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, kebijakan tersebut diberikan karena BI tidak membuka layanan penukaran uang secara langsung di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Hal ini disebabkan keterbatasan akses dan jarak wilayah kepulauan yang cukup jauh dari kantor perwakilan BI di Tanjungpinang.
Untuk mengatasi hal tersebut, BI bekerja sama dengan sejumlah bank yang beroperasi di Anambas agar masyarakat tetap bisa memperoleh uang pecahan baru.
“Biasanya bank yang ada di sana mengambil uang dari Tanjungpinang. Untuk nominal jumlah yang tersedia memang belum kami cek,” kata Panca.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat membantu masyarakat yang membutuhkan uang pecahan baru menjelang perayaan Idul Fitri.
Sementara itu, Kepala Cabang Bank Riau Kepri (BRK) Syariah Anambas, Idham Khalid mengatakan hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan ketersediaan uang pecahan baru.
Hal itu karena sebagian uang pecahan baru sudah lebih dulu ditukarkan oleh masyarakat sebelum memasuki bulan Ramadan.
“Soalnya sebelum puasa sudah banyak duit pecahan baru yang sudah ditukar masyarakat, nanti akan kami informasikan lagi,” ujar Idham.
Uang pecahan baru biasanya menjadi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri untuk dibagikan kepada keluarga maupun anak-anak.
Tradisi ini dikenal luas sebagai pemberian uang saku atau amplop lebaran kepada sanak saudara sebagai bentuk berbagi rezeki dan mempererat tali silaturahmi saat hari raya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak