Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Dampak Ekonomi Bazar Ramadan Anambas, Lebih dari Rp 100 Juta Perputaran Uang

Ihsan Imaduddin • Sabtu, 7 Maret 2026 | 20:30 WIB

Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu meninjau bazar Ramadan di Masjid Agung Baitul Ma'mur Tarempa. Hingga saat ini perputaran uang mencapai Rp 150 juta.F Ihsan Imaduddin/Batam Pos
Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu meninjau bazar Ramadan di Masjid Agung Baitul Ma'mur Tarempa. Hingga saat ini perputaran uang mencapai Rp 150 juta.F Ihsan Imaduddin/Batam Pos

Batampos - Bazar Ramadan yang digelar di pelataran Masjid Agung Baitul Ma'mur, Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, membawa dampak ekonomi yang cukup terasa bagi para pedagang.

Sejak pertama kali digelar, bazar ini ramai dikunjungi masyarakat yang mencari menu untuk berbuka puasa.

Setiap sore menjelang waktu berbuka, kawasan bazar dipadati warga yang datang untuk membeli berbagai jenis makanan dan minuman. Mulai dari aneka takjil, kue tradisional, hingga lauk pauk tersedia di lapak para pedagang.

Ramainya pengunjung membuat perputaran uang di bazar tersebut terbilang cepat. Para pedagang mengaku penjualan mereka meningkat dibandingkan saat berjualan secara terpisah di tempat lain.

Salah satu pedagang, Nevil, mengatakan bazar Ramadan yang digelar tahun ini memberikan dampak positif terhadap pendapatannya. Ia mengaku penjualannya cukup stabil sejak hari pertama bazar dibuka.

“Setiap hari alhamdulillah tembus Rp 500 ribu. Pernah dua hari berturut-turut dapat Rp 1 juta lebih. Luar biasa antusias masyarakat,” ujar Nevil yang menjual Es Kelapa Rainbow, Jumat (6/3/2026).

Menurut Nevil, kehadiran bazar Ramadan membuat masyarakat lebih mudah mencari berbagai menu berbuka puasa dalam satu lokasi. Hal ini juga menguntungkan pedagang karena pengunjung datang ke satu titik yang sama.

Ia menilai kondisi ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya ketika para pedagang harus berjualan secara berpencar di berbagai tempat.

“Buat masyarakat langsung datang aja ke bazar kan. Banyak pilihan juga. Beda tahun sebelumnya, kita jualannya berpencar-pencar,” tutur Nevil.

Hal senada juga disampaikan pedagang lainnya, Yati. Ia mengaku pendapatan yang diperoleh selama berjualan di bazar Ramadan meningkat cukup signifikan.

Menurut Yati, tahun lalu ketika berjualan di pinggir jalan, pendapatan yang diperoleh tidak sebesar saat berjualan di bazar Ramadan tahun ini.

“Tahun lalu mau dapat Rp 500 ribu saja susah. Sekarang bisa tembus Rp 1 juta sehari. Ya kita jual macam-macam kue dan lauk,” kata Yati.

Dalam bazar Ramadan tersebut, terdapat sekitar 20 pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ikut berpartisipasi menjual berbagai produk makanan dan minuman.

Jika rata-rata setiap pedagang memperoleh omzet sekitar Rp 500 ribu per hari, maka total perputaran uang di bazar tersebut diperkirakan mencapai Rp 10 juta setiap harinya.

Bazar Ramadan ini sendiri telah berlangsung sejak 20 Februari dan hingga saat ini sudah berjalan sekitar 15 hari.

“Sejak 20 Februari sampai sekarang sudah 15 hari berjalan ya sudah Rp 150 juta uang berputar di sini,” ungkap Yati.

Para pedagang mengaku bersyukur Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas memberikan izin untuk memanfaatkan pelataran Masjid Agung sebagai lokasi bazar Ramadan.

Selain tempat yang strategis, fasilitas lapak juga disediakan secara gratis sehingga meringankan para pedagang kecil.

“Kalau bisa, habis Ramadan ini kami pedagang tetap bisa jualan di Masjid Agung. Karena tempat strategis, mudah dijangkau dan masyarakat juga bisa menikmati pemandangan,” pungkas Yati.(*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#anambas #bazar ramadan