Batampos – PT PLN Anambas mulai membangun jaringan listrik bawah tanah di Pulau Siantan sebagai langkah strategis meningkatkan keandalan dan keamanan pasokan listrik.
Proyek ini menggunakan sistem Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM), yang dinilai lebih tahan terhadap gangguan cuaca dibandingkan jaringan udara konvensional.
Manager PLN Anambas, Rian Syahputra, mengatakan, proyek tahap awal akan dimulai dari kawasan Tanjung Momong hingga ke Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Teluk Red.
“Kalau untuk jaringan bawah tanah sudah dapat persetujuan dari PLN Tanjungpinang,” ujarnya saat ditemui Jumat (10/4/2026).
Baca Juga: Dishub Batam Geser Parkir ke Dalam Kawasan, PAD Tetap Jalan
Selain pembangunan jaringan bawah tanah, PLN juga melakukan penguatan sistem distribusi dengan membagi jaringan menjadi tiga jalur atau feeder, yakni Singkarak, Maninjau, dan Toba.
Feeder Singkarak melayani wilayah Pesisir Timur hingga Air Bini. Sementara feeder Maninjau mencakup Kampung Melayu, Tiangau, dan Rintis. Adapun feeder Toba melayani wilayah dari PLTD hingga Tarempa Kota.
“Total panjangnya 1,5 kilometer. Masing-masing feeder 500 meter,” jelas Rian.
Dengan sistem baru ini, PLN optimistis pasokan listrik di Pulau Siantan akan menjadi lebih stabil, aman, serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak