batampos – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas kembali mendorong pembangunan Pasar Loka Tarempa yang sempat mangkrak.
Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu, menegaskan pasar tersebut merupakan ikon daerah sekaligus pusat aktivitas ekonomi masyarakat di ibu kota kabupaten.
Menurutnya, pasar akan tetap dibangun di lokasi lama, yakni di sekitar Pelabuhan Sri Siantan yang dinilai strategis sebagai jalur utama distribusi barang dan mobilitas warga.
Baca Juga: BBM Diusulkan Naik, DPR Ingatkan Risiko Inflasi dan Daya Beli
Rencana pembangunan akan mengusung konsep modern dengan bangunan tiga lantai, sehingga mampu menampung lebih banyak pedagang serta meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Sebelumnya, proyek pembangunan Pasar Loka Tarempa sempat dimulai pada 2025 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dengan nilai anggaran Rp27 miliar dari pemerintah pusat.
Namun, proyek tersebut tidak berjalan sesuai rencana dan akhirnya terhenti. Pemerintah menilai kontraktor pelaksana tidak profesional sehingga pembangunan gagal dilanjutkan dan pasar belum dapat difungsikan hingga kini.
Raja Bayu menyebut, pemerintah daerah telah kembali mengusulkan kelanjutan proyek tersebut ke Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Provinsi Kepri dan mendapat sinyal positif.
“Sudah ada lampu hijau. Kita usulkan kembali dengan anggaran yang sama, sekitar Rp27 miliar,” ujarnya, Minggu (12/4).
Baca Juga: Serangan Siber ke Rockstar Games, Data Terancam Bocor Jelang Rilis GTA 6
Ia menegaskan, ke depan proses penunjukan kontraktor harus dilakukan lebih selektif agar kegagalan serupa tidak terulang.
Pedagang Terpaksa Sewa Ruko
Di sisi lain, pedagang berharap pembangunan segera direalisasikan. Salah seorang pedagang, Helmi, mengaku selama proyek terhenti, mereka terpaksa menyewa ruko untuk tetap berjualan.
Kondisi tersebut dinilai memberatkan karena menambah beban biaya operasional setiap bulan.
“Selama pasar belum jadi, kami harus sewa ruko supaya tetap bisa jualan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa saat pembongkaran pasar lama, pedagang dijanjikan proses pembangunan hanya berlangsung singkat.
Baca Juga: Pasokan Avtur Terganggu, Penerbangan di Eropa Berisiko Dikurangi dan Dibatalkan
“Katanya cuma setahun, tapi sampai sekarang belum selesai,” tambahnya.
Para pedagang berharap pemerintah dapat segera melanjutkan pembangunan agar mereka bisa kembali berjualan di tempat yang lebih layak.
“Kami berharap pasar ini segera dibangun dan selesai tepat waktu,” tutup Helmi. (*)
Editor : M Tahang