Batampos - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad menegaskan, museum daerah merupakan corong sejarah bagi suatu wilayah. Hal itu disampaikannya saat meninjau Museum Perbatasan di Desa Tiangau, Kecamatan Siantan Selatan, Minggu (12/4/2026).
Menurut Ansar, museum memiliki peran penting dalam merekam, menjaga, dan menyampaikan sejarah kepada masyarakat luas. Melalui museum, perjalanan suatu daerah dari masa ke masa dapat terdokumentasi dengan baik dan tidak hilang ditelan zaman.
Ia menjelaskan, museum menjadi tempat penyimpanan berbagai benda bersejarah seperti alat tradisional, dokumen lama, hingga peninggalan budaya yang memiliki nilai tinggi. Benda-benda tersebut menjadi bukti nyata perkembangan peradaban masyarakat setempat.
Selain sebagai tempat penyimpanan, museum juga berfungsi sebagai sarana edukasi. Masyarakat, khususnya generasi muda, dapat belajar sejarah secara langsung dengan melihat dan memahami koleksi yang dipamerkan.
Baca Juga: KDMP Desa Kuala Sempang Catat Laba Rp 21 Juta Selama 9 Bulan Beroperasi
Ansar menilai, sudah saatnya Kabupaten Kepulauan Anambas memiliki museum daerah dengan ciri khas tersendiri. Keberadaan museum dinilai penting untuk memperkuat identitas daerah sekaligus menarik minat wisatawan.
“Kalau bisa bangun di atas laut yang berada di pusat kota biar mudah diakses. Pondasinya dari kayu saja, seperti di Lingga,” ujar Ansar.
Ia mengatakan, konsep museum di atas laut akan menjadi daya tarik tersendiri dan mencerminkan karakter daerah kepulauan. Selain itu, lokasi di pusat kota akan memudahkan masyarakat untuk berkunjung.
Ansar juga meyakini, pembangunan museum akan mendorong masyarakat untuk menyerahkan benda-benda bersejarah yang selama ini masih disimpan secara pribadi di rumah masing-masing.
Menurutnya, masih banyak koleksi berharga yang tersebar di tengah masyarakat, seperti benda peninggalan nenek moyang, alat tradisional, hingga dokumen lama yang belum terdata secara resmi.
“Sekarang saya yakin masih ada benda koleksi. Masyarakat kita masih belum mau menyerahkan ke museum. Kalau sudah terbangun percaya, pasti berbondong-bondong mengantarkan,” tutur Ansar.
Ia menambahkan, selama ini keengganan masyarakat menyerahkan koleksi karena belum adanya tempat penyimpanan yang layak dan aman. Dengan adanya museum, benda-benda tersebut dapat dirawat secara profesional.
Pemerintah Provinsi Kepri, lanjut Ansar, siap membantu anggaran pembangunan museum daerah di Anambas dengan skema berbagi bersama pemerintah kabupaten.
“Siapkan saja dulu DED-nya. Nanti kita duduk bersama, kalau anggaran ya kita tapok-tapok lah berdua,” kata politisi Golkar tersebut.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura menegaskan bahwa museum menjadi sarana penting dalam menanamkan pemahaman sejarah kepada generasi penerus bangsa.
Baca Juga: Produk Lokal Mendunia, UMKM Batam Tembus Pasar Johor Bahru
“Banyak anak-anak muda kita yang belum memahami sejarah daerahnya. Museum ini nanti menjadi tempat belajar yang mudah dipahami dan menarik bagi mereka,” ujar Nyanyang.
Ia juga optimistis seluruh daerah di Kepri ke depan akan memiliki museum sebagai pusat edukasi dan pelestarian sejarah, termasuk Kabupaten Kepulauan Anambas.
“Saya yakin semua kabupaten dan kota di Kepri akan punya museum. Tinggal Anambas saja yang belum, dan ini harus segera kita wujudkan bersama,” tegasnya.
Dengan dukungan pemerintah provinsi dan kabupaten, pembangunan museum di Anambas diharapkan segera terealisasi sebagai pusat pelestarian sejarah dan edukasi masyarakat.
Keberadaan museum nantinya diharapkan menjadi simbol kuat identitas daerah, sekaligus jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan generasi Anambas. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak