Batampos – Pengelolaan Pelabuhan Perikanan Antang resmi diserahkan dari Pemerintah Provinsi Kepri kepada Pemkab Anambas. Langkah ini dianggap momentum strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menyambut positif penyerahan tersebut. Ia optimistis, pengelolaan langsung oleh pemerintah daerah akan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian lokal.
“Insya Allah, ini bisa menjadi sumber PAD untuk Anambas. Kita akan kelola dengan baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Aneng, Jumat (17/4/2026).
Baca Juga: Rektor Unpatti Puji Mentan Amran, Dorong Sinergi Riset untuk Ketahanan Pangan Nasional
Selama ini, Pelabuhan Perikanan Antang dikenal sebagai lokasi transit kapal-kapal ikan, khususnya dari Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara. Aktivitas yang cukup padat ini dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber pendapatan daerah.
Menurut Aneng, sejumlah sektor dapat menjadi sumber PAD, mulai dari biaya sandar kapal, jasa tambat, retribusi bongkar muat, hingga pemanfaatan fasilitas pelabuhan.
“Retribusi dari kapal yang sandar, bongkar muat, hingga fasilitas yang digunakan itu semua bisa menjadi pemasukan daerah,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga berpeluang memperoleh pendapatan dari penyewaan lapak, kantin, dan berbagai fasilitas penunjang aktivitas nelayan.
Dengan pengelolaan yang terarah, Aneng berharap Pelabuhan Perikanan Antang dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat sektor perikanan di Anambas. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak