Batampos - TNI melalui Kodim 0318/Natuna mengusulkan pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di 16 titik di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Usulan tersebut mencakup sejumlah desa yang tersebar di beberapa pulau utama, seperti Pulau Siantan, Matak, Jemaja, Bajau hingga Mengkait.
Program ini digagas sebagai upaya memperkuat ekonomi desa melalui penyediaan sarana koperasi yang mudah diakses masyarakat.
Sebelum diajukan ke Pemerintah Pusat, Komandan Kodim 0318/Natuna, Kolonel Inf Ruruh Sejati turun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi di setiap titik yang diusulkan.
Baca Juga: Iran Ajukan Skema Damai: Hormuz Dibuka, Nuklir Belakangan
Verifikasi ini dilakukan guna memastikan kesiapan lokasi, baik dari sisi teknis maupun administrasi agar pembangunan dapat berjalan lancar.
Ruruh menjelaskan, pemeriksaan struktur lahan menjadi salah satu fokus utama, termasuk kondisi tanah, kontur wilayah, hingga potensi risiko seperti banjir atau longsor.
Selain itu, aspek legalitas lahan juga turut diperiksa secara detail untuk menghindari sengketa di kemudian hari.
“Verifikasi ini penting agar lokasi yang diusulkan benar-benar siap dibangun dan tidak menimbulkan masalah ke depan,” jelas Ruruh, Minggu, (26/4).
Ia menyebutkan, proses verifikasi juga melibatkan pemerintah desa setempat serta tokoh masyarakat untuk memastikan transparansi.
Menurut Ruruh, antusiasme masyarakat terhadap program KDMP ini sangat tinggi.
“Antusias masyarakat luar biasa, bahkan ada yang rela menghibahkan lahannya untuk KDMP. Salah satunya mantan Kades Bayat,” ujar Ruruh.
Baca Juga: Jamaah Kini Bisa Mengadu Online, ‘Kawal Haji’ Pantau Keluhan Secara Real Time
Ia menilai dukungan tersebut menjadi modal penting dalam percepatan pembangunan koperasi desa di Anambas.
Ruruh menerangkan, keberadaan KDMP nantinya akan memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Melalui koperasi ini, warga dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok seperti sembako dengan harga yang lebih terjangkau.
Selain itu, KDMP juga akan menyediakan kebutuhan produktif seperti pupuk pertanian, alat usaha, hingga perlengkapan nelayan.
Dengan adanya fasilitas tersebut, diharapkan perekonomian masyarakat desa di Kabupaten Kepulauan Anambas dapat tumbuh lebih mandiri dan berkelanjutan. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak