Batampos - Seorang pemuda, Jufrianto,21, meninggal dunia setelah mengalami insiden di Jembatan Selayang Pandang (SP) 2 Tarempa, Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.
Korban diketahui merupakan warga Penebung, Kecamatan Siantan Timur. Peristiwa itu terjadi saat korban mengendarai sepeda motor seorang diri pada waktu subuh.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban melaju dari arah Tarempa Beach menuju Masjid Agung Baitul Ma’mur. Saat kejadian, korban menggunakan sepeda motor jenis Yamaha N Max dengan nomor polisi BP 4409 WP.
Baca Juga: Driver Ojol Ditusuk Usai Terima Order Fiktif di Bengkong, Pelaku Menyerahkan Diri
Diduga, kendaraan yang dikendarai korban melaju dengan kecepatan tinggi saat melintas di jembatan tersebut.
Sudirman, warga yang berada di sekitar lokasi, mengaku sempat melihat korban sebelum peristiwa terjadi.
“Kebetulan saya dari Jembatan SP 1, melihat yang bersangkutan sudah kencang membawa motornya. Kemungkinan dalam pengaruh alkohol,” ujar Sudirman.
Tak lama kemudian, sepeda motor korban diduga menabrak trotoar hingga kehilangan kendali. Akibat benturan itu, korban terpental dari kendaraan dan jatuh ke badan jalan.
“Kami cek, sudah tidak sadarkan diri, dan banyak darah keluar,” jelas Sudirman.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kepala Unit Penegakkan Hukum (Gakkum) Polres Kepulauan Anambas, Aipda Singgih Pamungkas, menjelaskan hasil sementara penyelidikan.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, Pedagang Sapi di Tanjungpinang Mulai Diserbu Pembeli
“Korban diketahui menginap di Hotel Pagi Sore dan keluar sendirian sebelum kejadian,” ujar Singgih.
Ia mengatakan korban diduga kehilangan keseimbangan saat melintas di Jembatan SP 2 hingga menabrak pembatas jalan.
“Sampai di Jembatan SP 2, korban hilang keseimbangan, menabrak tembok pembatas, kemudian terpental,” jelasnya.
Korban disebut terpental cukup jauh dari sepeda motornya akibat kerasnya benturan. “Korban terpental sekitar 10 meter dari sepeda motornya,” kata Singgih.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami pendarahan di bagian kepala. “Kepalanya mengalami pendarahan, tidak pecah, namun mengeluarkan darah,” tambahnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga korban berkendara dalam kondisi tidak aman. “Korban diduga berada di bawah pengaruh alkohol dan tidak menggunakan helm saat berkendara,” tegas Singgih.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas. “Kami mengimbau agar masyarakat menggunakan helm, tidak berkendara dalam pengaruh alkohol, serta mengutamakan keselamatan,” tutupnya.(*)
Editor : Chahaya Simanjuntak