batampos – Rumah milik Mila, 55, warga Desa Mubur, Kecamatan Siantan Utara, nyaris roboh setelah berbulan-bulan diterjang gelombang pasang. Kondisi itu memaksa dirinya bersama dua anaknya mengungsi demi keselamatan.
Bangunan yang berada di dekat bibir pantai mengalami kerusakan parah. Dinding rapuh, atap sebagian runtuh, hingga pondasi tergerus air laut membuat rumah tersebut tidak lagi layak dihuni.
Melihat kondisi itu, personel Kodim 0318/Natuna yang tengah melaksanakan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 langsung turun tangan.
Baca Juga: Ada Larangan Angkut Barang di Ferry, Distribusi Bahan Pokok ke Anambas Terganggu
Bersama warga, mereka mulai membangun kembali rumah Mila melalui program Rumah Layak Huni (RLTH), Selasa (5/5).
Puluhan personel TNI dan masyarakat bergotong royong di lokasi. Mulai dari menggali pondasi hingga mengangkut material bangunan.
Komandan Kodim 0318/Natuna Kolonel Inf Ruruh Sejati mengatakan, pembangunan rumah tersebut menjadi prioritas karena kondisi korban yang membutuhkan.
“Rumah ini sudah tidak layak dihuni. Kami ingin pemiliknya bisa tinggal dengan aman,” ujarnya.
Ia menambahkan, program RLTH dalam TMMD menyasar warga terdampak bencana dan berpenghasilan rendah.
Baca Juga: Pemkab Anambas Siapkan 380 Sapi untuk Idul Adha 1447 H, Jemaja Jadi Sentra Terbanyak
Mila mengaku terharu atas bantuan yang diberikan. “Saya tidak menyangka rumah saya dibangun kembali. Terima kasih kepada TNI dan warga,” ucapnya.
Rumah berukuran 6x4 meter itu ditargetkan selesai dalam waktu satu minggu. Bangunan akan dilengkapi dua kamar tidur, ruang keluarga, dan dapur sederhana.
Fondasi rumah juga dibuat lebih tinggi untuk mengantisipasi gelombang pasang di masa mendatang.
Program TMMD ke-128 di Anambas tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga membantu warga yang terdampak kondisi alam dan ekonomi. (*)
Editor : M Tahang