batampos – Aparat kepolisian melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah tempat penitipan anak (daycare) di Pulau Siantan, Rabu (6/5).
Sidak dilakukan untuk memastikan keamanan dan kualitas pengasuhan anak di fasilitas tersebut, sekaligus sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kekerasan terhadap anak.
Petugas mendatangi langsung lokasi untuk memantau aktivitas pengasuhan dan proses pembelajaran anak-anak.
Baca Juga: UMKM Tanjungpinang Rasakan Manfaat Daftar Merek
Berdasarkan data kepolisian, terdapat dua daycare yang beroperasi di wilayah tersebut, yakni Al Muhajirin di Tarempa dan Kurnia di Tarempa Selatan.
“Keduanya memiliki layanan beragam, mulai dari penitipan anak, kelompok bermain, PAUD hingga TK,” ujar Dodi Setiawan.
Jumlah anak yang dititipkan cukup banyak. Di Al Muhajirin tercatat 80 anak, sementara di Kurnia sebanyak 58 anak.
Masing-masing daycare didukung tujuh tenaga pendidik yang bertugas mengasuh dan membimbing anak-anak.
Petugas juga memantau interaksi antara tenaga pendidik dan anak selama kegiatan berlangsung.
“Secara umum, proses pengasuhan berjalan baik. Tenaga pendidik juga terlihat sabar dalam mendampingi anak-anak,” kata Dodi.
Baca Juga: Kenaikan BBM Nonsubsidi Beruntun Tekan Usaha Logistik Batam
Namun, polisi menemukan kekurangan pada aspek keamanan. Kedua daycare tersebut belum dilengkapi kamera pengawas (CCTV).
Menurut Dodi, keberadaan CCTV penting untuk memantau aktivitas di lingkungan daycare sekaligus memberikan rasa aman bagi orang tua.
“Dengan CCTV, orang tua juga bisa memantau aktivitas anak dari jarak jauh sehingga lebih tenang,” ujarnya.
Pihak kepolisian mengimbau pengelola daycare segera melengkapi fasilitas keamanan guna mencegah potensi kejadian yang tidak diinginkan. (*)
Editor : M Tahang