Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Tinggal Berdua dalam Kondisi Sakit, Pasangan Lansia di Tarempa Dapat Perhatian Polisi

Ihsan Imaduddin • Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:04 WIB
KAPOLSEK Siantan, Iptu Dodi Setiawan bersama Kanit Binmas, Aipda Oshea menyuapi Sahab dengan roti. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos
KAPOLSEK Siantan, Iptu Dodi Setiawan bersama Kanit Binmas, Aipda Oshea menyuapi Sahab dengan roti. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos

Batampos - Suara langkah sepatu polisi mendadak memecah suasana tenang di sebuah rumah sederhana di Kampung Baru, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Jumat (15/5/2026).

Sepasang lansia yang tinggal di rumah itu tampak terkejut ketika sejumlah anggota kepolisian datang bersama Kapolsek Siantan, Iptu Dodi Setiawan.

Di rumah sederhana dua lantai itu tinggal Sahab yang berusia 90 tahun bersama istrinya, Siti, 84 tahun. Keduanya sudah lama sakit dan menjalani hari-hari dengan keterbatasan fisik.

Sahab kini lebih banyak duduk dan berbaring di lantai bawah rumahnya. Pendengarannya mulai melemah hingga membuatnya sulit menangkap suara dengan jelas.

Baca Juga: Timnas Indonesia Diyakini Mampu Lolos dari Grup Neraka Piala Asia 2027

Sementara sang istri, Siti, berada di lantai atas rumah. Penglihatannya sudah buram dan tubuhnya lemah sehingga lebih sering terbaring di tempat tidur.

Rumah tua itu terlihat sederhana. Dinding mulai kusam dimakan usia. Tangga penghubung lantai atas dan bawah tampak curam bagi pasangan lanjut usia tersebut.

Keseharian mereka hanya dibantu seorang cucu yang sesekali menemani dan mengurus kebutuhan makan maupun obat-obatan.

Kedatangan polisi malam itu rupanya membawa perhatian yang selama ini jarang mereka rasakan. Beberapa anggota polisi tampak membawa sembako, susu, roti hingga perlengkapan ibadah.

Sahab terlihat berusaha bangkit saat tamu datang menghampirinya. Dengan suara pelan dan tubuh yang mulai renta, ia mencoba menyambut satu per satu orang yang datang.

Pria tua itu kemudian bercerita tentang perjalanan hidupnya hingga bisa menetap di Tarempa. Ia mengaku berasal dari Sumatera Barat dan datang merantau ke Anambas puluhan tahun silam.

“Saya datang ke Tarempa tahun 1970. Waktu itu masih masuk Provinsi Riau,” ucap Sahab perlahan.

Baca Juga: Iran Tegaskan Tak Akan Mundur Hadapi Ancaman AS

Puluhan tahun tinggal di Tarempa membuat Sahab merasa daerah itu sudah menjadi kampung halamannya sendiri. Ia menghabiskan masa muda hingga usia senjanya di daerah pesisir tersebut.

Meski usia terus menua, Sahab sebelumnya masih berusaha menjalani aktivitas seperti biasa. Dengan bantuan tongkat, ia masih sempat berjalan menuju masjid untuk beribadah.

Namun beberapa hari terakhir kondisinya memburuk setelah mengalami sakit pinggang dan terjatuh di rumah.

“Sudah delapan hari saya tak bisa duduk. Sakit pinggang, sempat jatuh juga. Biasanya masih bisa ke masjid pakai tongkat,” katanya.

Di tengah kondisi tubuh yang melemah, perhatian kecil dari orang-orang yang datang siang itu terlihat membuat pasangan lansia tersebut terharu.

Kapolsek Siantan, Iptu Dodi Setiawan mengatakan dirinya mendapat informasi mengenai kondisi pasangan lansia tersebut dari warga sekitar.

“Kami mendapat informasi ada pasangan lansia yang butuh perhatian, jadi kami turun langsung bersama wartawan,” ujar Dodi.

Menurut Dodi, kehadiran polisi bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat yang membutuhkan bantuan tidak merasa sendiri.

Ia mengaku prihatin melihat kondisi pasangan lansia yang tinggal berdua dengan keterbatasan fisik di usia senja.

Usai menyerahkan bantuan, Dodi juga meminta anggotanya memberikan perhatian khusus terhadap Sahab dan Siti. Ia menegaskan personel Polsek Siantan harus siap membantu apabila pasangan itu membutuhkan pertolongan.

“Kalau perlu dibawa berobat ke Puskesmas Tarempa, anggota kami siap membantu. Jangan sampai mereka kesulitan,” tegasnya.

Menjelang tengah malam, rombongan polisi perlahan meninggalkan rumah itu. Di balik wajah renta dan tubuh yang mulai melemah, Sahab dan Siti tampak menyimpan rasa syukur karena di tengah keterbatasan, masih ada tangan-tangan yang datang membawa kepedulian. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#polisi baik