Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Berbatasan Empat Negara, Anambas Ingin Jadi Pintu Wisata Internasional di Utara Indonesia

Ihsan Imaduddin • Jumat, 22 Mei 2026 | 20:16 WIB
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng dan Kakanwil Imigrasi Kepri, Guntur Sahat Hamonongan. Foto: Ihsan Imaduddin/Batam Pos
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng dan Kakanwil Imigrasi Kepri, Guntur Sahat Hamonongan. Foto: Ihsan Imaduddin/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas mengusulkan pembangunan pelabuhan dan bandara internasional guna mempermudah akses wisatawan mancanegara ke wilayah perbatasan tersebut.

Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, mengatakan posisi geografis Anambas yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Vietnam, Kamboja, dan Thailand menjadi peluang besar untuk mengembangkan pariwisata internasional.

Namun hingga kini, wisatawan asing masih harus transit melalui Batam atau Tanjungpinang sebelum melanjutkan perjalanan ke Anambas menggunakan kapal laut atau pesawat perintis.

Baca Juga: Harvard University Terapkan Aturan Baru, Nilai A Tak Lagi Mudah Didapat

“Kita coba membuka akses internasional langsung ke Anambas melalui pelabuhan dan bandara internasional,” kata Aneng, Jumat (22/5).

Menurutnya, akses langsung akan memangkas waktu tempuh dan biaya perjalanan wisatawan asing, khususnya dari negara-negara tetangga seperti Vietnam dan Kamboja yang jaraknya dinilai lebih dekat ke Anambas.

Pemkab Anambas saat ini mulai menjajaki kerja sama investasi untuk mendukung pembangunan infrastruktur internasional tersebut.

Aneng menyebut Bandara Letung di Pulau Jemaja berpeluang dikembangkan menjadi bandara internasional. Sementara Bandara Matak diusulkan mendukung penerbangan sipil internasional melalui koordinasi dengan SKK Migas.

Selain itu, pemerintah juga masih melakukan survei lokasi pembangunan pelabuhan internasional di Anambas.

Baca Juga: Juknis SPMB SMA SMK Negeri Kepri 2026/2027 Terbit, Ini Kuota dan Jalur Penerimaan Siswa Baru

Rencana tersebut mendapat dukungan dari Kantor Wilayah Imigrasi Kepulauan Riau. Kakanwil Imigrasi Kepri, Guntur Sahat Hamonongan, menilai pembukaan akses internasional akan mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pariwisata di wilayah perbatasan.

“Kami mendukung karena ini membuka peluang ekonomi baru bagi daerah perbatasan seperti Anambas,” ujarnya.

Pemerintah juga berencana memperkuat sistem CIQP (Customs, Immigration, Quarantine and Port) sebagai syarat utama pembukaan jalur internasional. Selain itu, pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Pulau Jemaja juga disebut akan mendukung pelayanan dan pengawasan internasional di Anambas. (*)

Editor : M Tahang
#Pintu Wisata Internasional #Utara Indonesia #bandara internasional #pelabuhan #Pemkab Anambas