Waspada DBD! Lubuk Baja Tertinggi, Kasus di Batam Tembus 159

Abdul Aziz Maulana • Dipublikasikan Minggu, 6 April 2025 | 09:56 WIB

Ilustrasi DBD.
Ilustrasi DBD.

batampos – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Batam terus menjadi perhatian. Hingga akhir Maret 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat sudah ada 159 kasus. Wilayah Lubuk Baja menjadi yang tertinggi dengan 23 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi, menyebut peningkatan mulai terlihat sejak awal tahun.

“Januari tercatat 75 kasus, turun jadi 51 di Februari, dan kembali turun jadi 33 kasus di bulan Maret,” ungkapnya, Sabtu (5/4).

Meski terlihat penurunan, Didi mengingatkan warga tetap waspada. Menurutnya, sebagian besar kasus terjadi di lingkungan padat penduduk dengan banyak tempat penampungan air—kondisi ideal bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak.

Setelah Lubuk Baja, daerah dengan kasus terbanyak lainnya adalah Baloi Permai (16 kasus), Batu Aji (15), Sei Langkai (14), serta Sei Panas dan Tanjung Buntung yang masing-masing mencatat 13 kasus. Beberapa wilayah lain mencatat di bawah 10 kasus, seperti Botania (9), Sei Pancur (8), dan Tanjung Uncang serta Mentarau (7). Bahkan wilayah seperti Sekupang, Sei Lekop, Belakang Padang, dan Galang masing-masing melaporkan satu kasus saja.

Sebagai langkah pencegahan, Pemko Batam telah menerbitkan Surat Edaran Wali Kota No. 23 Tahun 2024 tentang Kewaspadaan Dini terhadap DBD. Dinkes juga mengaktifkan program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J), mengajak warga ikut serta memantau dan membasmi jentik nyamuk di rumah masing-masing.

“Kami juga lakukan sosialisasi dan fogging di lokasi rawan. Tapi penting diketahui, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Cara paling efektif tetap dengan menjaga kebersihan dan menutup tempat berkembang biaknya nyamuk,” jelas Didi.

Ia juga menekankan pentingnya mengenali gejala DBD, seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot dan sendi, hingga muncul bintik merah di kulit. Penanganan sejak dini bisa mencegah kondisi makin parah dan memperlambat penyebaran.

“Masyarakat harus makin sadar dan aktif melakukan pencegahan. Jangan tunggu kasus makin banyak,” pesannya. (*)

Editor : Putut Ariyo