Kasus Bunuh Diri Meningkat, Dinkes Batam Perkuat Layanan Kesehatan Mental

Rengga Yuliandra • Dipublikasikan Jumat, 3 April 2026 | 18:31 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi. (Dok.Batam Pos)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi. (Dok.Batam Pos)

batampos – Meningkatnya kasus bunuh diri di Batam pada awal 2026 menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Upaya pencegahan kini diperkuat dengan memperluas layanan kesehatan mental agar lebih mudah diakses masyarakat, termasuk pekerja di kawasan industri.

Data yang dihimpun menunjukkan sedikitnya enam kasus terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Peristiwa tersebut tersebar di sejumlah lokasi, seperti Jembatan Barelang, Bengkong, Batam Centre, hingga Sekupang.

Mayoritas korban diketahui berasal dari kalangan pekerja. Mereka diduga menghadapi tekanan psikologis akibat persoalan ekonomi, pekerjaan, maupun masalah pribadi.

Baca Juga: Lebih dari 30 Korban, Polisi Dalami Dugaan Penipuan Showroom Mobil di Batam

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan pihaknya terus memperkuat upaya pencegahan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Kami berupaya meningkatkan kesadaran terkait kesehatan mental dengan menghadirkan layanan yang lebih mudah diakses,” ujarnya, Jumat (3/4).

Menurutnya, program yang dijalankan mencakup pelayanan bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), orang dengan masalah kejiwaan (ODMK), serta penanganan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza).

Selain itu, deteksi dini juga dilakukan melalui fasilitas pelayanan kesehatan dan lingkungan sekolah guna menemukan individu berisiko sejak awal.

Dinkes Batam juga mulai memperluas jangkauan layanan ke kawasan industri. Melalui puskesmas, skrining kesehatan jiwa dilakukan di tempat kerja, disertai edukasi Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) bagi pekerja.

Baca Juga: Program MBG di Batam Tetap Berjalan meski ASN WFH

Langkah ini diharapkan membantu pekerja maupun manajemen perusahaan dalam mengenali gejala gangguan mental serta melakukan penanganan awal.

Namun, upaya tersebut masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan akses layanan bagi pekerja dengan jam kerja padat serta stigma negatif terhadap kesehatan mental.

“Masih ada masyarakat yang enggan memeriksakan diri karena stigma. Ini yang terus kami dorong untuk diubah,” kata Didi.

Karena itu, kolaborasi lintas sektor dinilai penting. Pemerintah, perusahaan, dan masyarakat diharapkan dapat bersama-sama memperluas akses layanan konseling serta menciptakan lingkungan yang lebih suportif.

Baca Juga: Comeback Olivia Rodrigo, Album Ketiga Siap Rilis dengan Nuansa Lebih Dewasa

Perusahaan juga didorong menyediakan layanan kesehatan mental bagi karyawan, seperti konseling rutin, pelatihan manajemen stres, hingga saluran pengaduan internal yang aman.

Dengan langkah yang lebih terintegrasi, diharapkan upaya pencegahan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menjangkau masyarakat hingga lapisan terbawah. (*)

Editor : M Tahang
Layanan Kesehatan Mental dinkes batam Kasus Bunuh Diri di Batam