Batampos - Rumah sakit swasta terbesar di Malaysia, KPJ Healthcare kembali menyatakan komitmennya dalam memperkuat layanan kesehatan regional dengan menyasar pasien internasional dari Indonesia, khususnya Batam dan Kepulauan Riau.
"Sebagai rumah sakit swasta berjaringan terbesar di Malaysia, kami berupaya membangun kolaborasi internasional. Menjadi mitra layanan kesehatan yang terus berinovasi demi layanan perubatan yang semakin baik dan maju," ujar Regional CEO Southern Region KPJ Healthcare, Puan Maisarah Omar di sela-sela acara Semarak Hari Raya Networking Dinner and Health Forum di Aston Pelita Hotel, Jumat (3/4/2026) malam.
Dalam menyasar pasien internasional ini, Maisarah menyatakan, pihaknya dengan tangan terbuka menjalin kolaborasi efektif dengan berbagai rumah sakit di Batam. "Saya berkesempatan mengunjungi RS Awal Bros dan RSBP di Batam. Ada hal yang kami bisa belajar, ada hal yang kami bisa bagi untuk kebaikan bersama dalam layanan perubahan dan kesehatan masyarakat dua negara," ujarnya.
Baca Juga: Fasilitas RSUD Raja Ahmad Tabib Dikritik Keluarga Pasien, Kekurangan SDM dan Anggaran Jadi Sorotan
KPJ Healthcare sendiri merupakan salah satu grup rumah sakit swasta terbesar di Malaysia dengan pengalaman lebih dari 40 tahun. Saat ini, jaringan tersebut memiliki 30 rumah sakit di seluruh Malaysia, termasuk tujuh fasilitas utama di wilayah Johor yang menjadi pintu masuk utama pasien dari Indonesia.
Dalam meningkatkan kualitas layanan, KPJ mengandalkan konsep Center of Excellence, yakni pusat layanan unggulan yang mengintegrasikan dokter spesialis, teknologi medis modern, serta standar perawatan internasional. Beberapa layanan unggulan meliputi ortopedi, kardiologi dan bedah jantung, onkologi, neurologi, hingga kesehatan perempuan dan anak.
Ada pun salah satu fasilitas pengembangan terbaru dari rumah sakit ini yakni pusat layanan jantung dan paru-paru di Johor Specialist Hospital yang dirancang menangani kasus kompleks melalui kolaborasi tim multidisiplin dan alat dengan teknologi terbaru.
Selain fokus pada kualitas medis, KPJ Healthcare juga menempatkan pengalaman pasien sebagai prioritas utama. Layanan diberikan secara terintegrasi mulai dari pra-kedatangan, dukungan tim International Patient Center, fasilitasi asuransi, hingga tindak lanjut pascaperawatan.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pasien dari Batam dan Kepulauan Riau, KPJ juga menghadirkan fasilitas pendukung seperti layanan informasi KPJ di Graha Pena Batamcenter dan juga lounge khusus di Berjaya Waterfront atau Stulang Laut Ferry Terminal untuk memberikan kenyamanan sebelum pasien dari Kepri melanjutkan perjalanan ke rumah sakit.
Baca Juga: Kasus Campak Masih Ratusan, Dinkes Batam Belum Edarkan Surat ke Sekolah
"Harapan kami, dapat memperkuat kolaborasi lintas negara dalam bidang kesehatan masyarakat. Khususnya dari Batam dan Kepri," ujar Maisarah.
Anggota DPRD Kepri, Ririn Warsiti menyambut baik niat dari manajemen KPJ tersebut. Dia mengakui selama ini banyak warga Kepri yang memilih berobat ke luar negeri, khususnya ke Malaysia karena layanan di sana lebih menyasar pada pendekatan humanis. "Saya berharap, ada fellowship dari KPJ dan berbagai rumah sakit di Kepri, untuk saling berbagi ilmu pengetahuan dalam memperbaiki kualitas layanan kesehatan di sini," pinta Ririn.
Sempena acara ini sendiri turut dihadiri berbagai tamu undangan dari ragam asuransi di Kepri, Baznas, PSMTI, IDI, dan perwakilan manajemen dari RS di Batam. (*)