batampos — Kebijakan work from home (WFH) yang diimbau pemerintah mendapat dukungan dari kalangan pengusaha di Batam. Namun, penerapannya diperkirakan hanya berlaku terbatas.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam, Rafki Rasyid, mengatakan pihaknya siap mengikuti arahan pemerintah, khususnya bagi posisi pekerjaan yang memungkinkan dilakukan dari rumah.
“Pengusaha siap menjalankan imbauan WFH untuk karyawan tertentu. Namun, penerapannya tentu disesuaikan dengan karakteristik pekerjaan,” ujarnya, Minggu (5/4).
Baca Juga: Kebakaran di Lingga Timur, Gudang SMP Negeri 1 Desa Kerandin Ludes Dilalap Api
Menurutnya, struktur ekonomi Batam yang didominasi sektor industri dan manufaktur menjadi faktor utama keterbatasan penerapan WFH. Sebagian besar tenaga kerja berada di lini produksi yang membutuhkan kehadiran fisik.
“Mayoritas pekerja di Batam adalah karyawan pabrik. Jadi, tidak semua bisa bekerja dari rumah,” jelasnya.
Selain industri, sektor lain seperti perdagangan, perhotelan, kuliner, hingga konstruksi juga tetap mengandalkan aktivitas langsung di lapangan.
Kebijakan WFH sendiri merupakan langkah antisipatif pemerintah dalam menghadapi dinamika global, termasuk potensi kenaikan biaya logistik, energi, hingga gangguan rantai pasok.
Meski demikian, Apindo Batam memastikan dunia usaha tetap mampu beradaptasi. Pengaturan kerja dapat dilakukan melalui sistem shift, pembagian tugas, hingga fleksibilitas bagi posisi non-produksi.
Baca Juga: Diserbu Pemudik, Tiket Diskon Kapal PT PELNI Ludes Lebih Cepat
Rafki menilai kebijakan ini tidak akan berdampak signifikan terhadap produktivitas perusahaan.
“WFH bukan berarti menurunkan kinerja. Ini hanya perubahan metode kerja, selama pengawasan dan tanggung jawab tetap berjalan,” tegasnya.
Dari sisi pekerja, respons terhadap kebijakan ini beragam. Andi, 28, karyawan administrasi di perusahaan logistik, menilai WFH cukup membantu efisiensi waktu dan biaya.
“Kalau bisa dikerjakan dari rumah, tentu lebih hemat waktu di jalan,” ujarnya.
Namun, ia mengakui kebijakan tersebut tidak berlaku bagi semua pekerja, terutama di sektor produksi.
Baca Juga: Tabrakan di Palmatak, Guru MA Meninggal Dunia di RSUD
Hal serupa disampaikan Siti, 30, karyawan perhotelan, yang menyebut pekerjaan di sektor jasa tetap menuntut kehadiran langsung.
“Di hotel tetap harus masuk seperti biasa. Jadi WFH memang tidak untuk semua,” katanya.
Apindo Batam pun mengajak pelaku usaha tetap adaptif terhadap kebijakan pemerintah, sambil menjaga stabilitas usaha di tengah ketidakpastian ekonomi global. (*)
Editor : M Tahang