Rekening Nasabah CIMB Niaga Batam Diduga Kembali Dibobol, Rp1,86 Miliar Hilang dalam Hitungan Menit

Yashinta • Dipublikasikan Minggu, 12 April 2026 | 14:01 WIB
Nasabah CIMB Niaga Batam yang diduga menjadi korban pembobolan rekening Rp 1,8 miliar menunjukan aplikasi BizChannelCIMB. F. Yashinta/Batam Pos
Nasabah CIMB Niaga Batam yang diduga menjadi korban pembobolan rekening Rp 1,8 miliar menunjukan aplikasi BizChannelCIMB. F. Yashinta/Batam Pos

batampos – Dugaan pembobolan rekening kembali terjadi di Batam. Kali ini menimpa sebuah perusahaan, PT XSS Batam, yang kehilangan dana hingga Rp1,86 miliar melalui layanan BizChannel milik Bank CIMB Niaga.

Peristiwa tersebut terjadi pada 23 Desember 2025 sore. Nasabah, Heru, mengaku tidak pernah melakukan transaksi yang tercatat dalam sistem. Namun, dalam waktu singkat, terjadi serangkaian transfer ke sejumlah rekening berbeda.

“Transaksi pertama terjadi sekitar pukul 16.57 WIB. Padahal, saya baru saja mengganti password dan notifikasinya masuk pukul 16.59 WIB,” ujar Heru.

Baca Juga: BBM Diusulkan Naik, DPR Ingatkan Risiko Inflasi dan Daya Beli

Ia mengungkapkan, indikasi mencurigakan sebenarnya sudah muncul sejak 21 Desember 2025. Saat itu, dua transaksi berhasil ia batalkan. Namun, upaya serupa kembali terjadi dua hari kemudian.

Merasa ada kejanggalan, Heru sempat menghubungi pihak bank. Namun, respons yang diterima dinilai tidak diikuti langkah cepat untuk mengamankan rekening.

“Tidak ada tindakan pemblokiran. Saya hanya mendapat respons singkat,” katanya.

Heru kemudian mengganti password akun BizChannel pada pukul 16.47 WIB. Sistem mencatat perubahan selesai pada pukul 16.59 WIB. Namun, data menunjukkan transaksi ilegal justru terjadi pada pukul 16.57 WIB, sebelum notifikasi perubahan password diterima.

Kuasa hukum Heru, Roby Handy S Batubara, menilai hal tersebut sebagai kejanggalan serius dalam sistem keamanan.

Baca Juga: Film Insidious: Out of the Further, Siap Bikin Penonton Merinding

“Secara logika, saat perubahan password berlangsung, transaksi seharusnya ditahan atau diverifikasi ulang. Ini justru tetap berjalan,” ujarnya.

Sebagian dana sekitar Rp485 juta berhasil diblokir dan dikembalikan. Namun, sisanya sebesar Rp1,86 miliar dinyatakan hilang.

Roby menduga transaksi dilakukan secara sistematis. Ia menyoroti pola angka transfer yang tidak lazim, seperti “243.243.243” dan kombinasi berulang lainnya.

“Pola ini menyerupai script atau program, bukan transaksi bisnis normal,” katanya.

Nasabah Pertanyakan Transparansi Bank

Menurut Roby, hingga kini pihak bank hanya menyampaikan bahwa transaksi tersebut valid sesuai prosedur, tanpa penjelasan rinci berbasis data.

“Kalau ada kelalaian dari klien kami, silakan dibuktikan. Sampai sekarang tidak ada,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan bagaimana kredensial nasabah dapat diakses pihak lain, serta mengapa sistem tetap mengizinkan transaksi di tengah proses perubahan password.

Baca Juga: Diplomasi Panas di Islamabad: Amerika Serikat–Iran Bertemu, Pakistan Dorong Perdamaian

Roby turut menyinggung adanya dugaan kasus serupa di Batam, yang dinilai mengindikasikan pola tertentu dalam keamanan sistem perbankan digital.

“Ini tidak bisa dianggap kasus tunggal,” ujarnya.

Dilaporkan ke Polisi dan OJK

Kasus ini telah dilaporkan ke Polda Kepulauan Riau pada 23 Desember 2025 malam. Pengaduan juga telah disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan.

Dampak kejadian ini cukup signifikan terhadap operasional perusahaan, termasuk langkah efisiensi hingga pemutusan hubungan kerja.

Sementara itu, pihak Bank CIMB Niaga melalui Branch Area Head Sumatera Region Area III, Sim Mui Siang, menyatakan telah berkomunikasi dengan nasabah dan menindaklanjuti laporan tersebut.

Baca Juga: Endeavor Outliers 2026: 13 Startup RI–Singapura Catat Pertumbuhan Tinggi

“Kami telah menindaklanjuti ketidaknyamanan yang dialami nasabah dan bekerja sama dengan pihak berwenang sesuai ketentuan,” ujarnya.

Bank juga mengimbau nasabah untuk menjaga keamanan transaksi digital, termasuk kerahasiaan kredensial dan penggunaan platform resmi.

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan pembobolan rekening di Batam. Hingga kini, nasabah masih menunggu kejelasan serta tanggung jawab atas kerugian yang dialami. (*)

Editor : M Tahang
CIMB Niaga Batam BizChannel pembobolan rekening