batampos – Program pinjaman modal usaha tanpa bunga dan tanpa agunan hingga Rp20 juta yang digagas Pemerintah Kota Batam belum berjalan maksimal. Dari ribuan pelaku UMKM yang mendaftar, hanya segelintir yang berhasil lolos hingga tahap pencairan.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim Saputra, memastikan program ini tetap dilanjutkan. Bahkan, Pemko kini membuka peluang kerja sama dengan bank lain untuk memperluas akses pembiayaan.
“Program ini tetap lanjut. Beberapa hari lalu kami sudah rapat, bahkan mengundang Bank Riau Kepri yang dipimpin langsung oleh Kepala BKAD,” ujarnya, Senin (13/4).
Menurutnya, Bank Riau Kepri menunjukkan ketertarikan untuk bergabung. Pemko Batam kini tengah menyiapkan nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah awal kerja sama.
“BRK sudah punya pengalaman menjalankan program serupa di tingkat provinsi dengan plafon hingga Rp40 juta. Sementara di Batam masih Rp20 juta,” jelasnya.
Kehadiran BRK diharapkan mampu menjangkau lebih banyak pelaku UMKM, mengingat jaringan layanannya telah menjangkau hingga tingkat kecamatan.
“Pelayanannya lebih masif. Ini peluang besar bagi UMKM untuk menikmati program prioritas Wali Kota Amsakar Achmad, yakni pinjaman maksimal Rp20 juta dengan bunga nol persen,” katanya.
Salim menegaskan, kerja sama tidak dibatasi hanya dengan satu bank. Selain Bank Tabungan Negara yang sudah terlibat sejak 2025, sejumlah bank lain seperti Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, hingga Bank BJB juga telah diajak berkolaborasi.
“Dengan kerja sama ini, kita harap akses pembiayaan makin luas,” ujarnya.
Meski program ini menarik, realisasi di lapangan menunjukkan tantangan besar. Sejak dibuka Desember 2025, tercatat 1.105 UMKM mengajukan pinjaman. Namun, sekitar 456 pemohon langsung gugur karena kendala administratif, terutama terkait riwayat pinjaman.
“Setiap pemohon kita cek melalui sistem Otoritas Jasa Keuangan, jadi riwayat kreditnya terlihat,” jelas Salim.
Dari total pendaftar, hanya 285 UMKM yang bisa diproses lebih lanjut. Bahkan, yang benar-benar lolos hingga tahap akad dan pencairan dana hanya 19 pelaku usaha.
“Ada juga yang mengajukan pinjaman di atas Rp20 juta. Itu tidak bisa kita akomodir karena ada batas plafon,” tambahnya.
Salim memastikan kerja sama dengan BTN tetap berjalan. Sementara untuk BRK, ditargetkan mulai direalisasikan pada Mei 2026.
“Semoga bulan Mei sudah mulai berjalan,” katanya.
Dengan perluasan kerja sama ini, Pemko Batam berharap semakin banyak UMKM yang dapat mengakses pembiayaan tanpa bunga dan agunan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dari sektor usaha kecil. (*)
Editor : Jamil Qasim