batampos – Harapan sebuah keluarga di Batam akhirnya terjaga setelah bayi mereka yang lahir dengan kelainan jantung langka berhasil menjalani operasi pemasangan alat pacu jantung, Senin (13/4) di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam. Tindakan medis ini menjadi yang pertama dilakukan di Provinsi Kepulauan Riau.
Bayi laki-laki tersebut lahir pada usia kehamilan 36 minggu dengan berat 2.700 gram. Sejak dalam kandungan, ia telah terdiagnosis mengalami Congenital Atrioventricular Block (CAVB), gangguan bawaan yang menyebabkan sistem listrik jantung tidak bekerja normal.
Akibat kondisi tersebut, detak jantung bayi hanya berada di kisaran 45 hingga 70 kali per menit, jauh di bawah angka normal bayi baru lahir yang bisa mencapai 120 hingga 160 kali per menit.
Baca Juga: Dari Basis Militer ke Ruang Publik: Wajah Baru Lanud Hang Nadim
Situasi ini membuat tim medis harus bergerak cepat. Pemasangan alat pacu jantung menjadi satu-satunya langkah untuk menyelamatkan nyawa bayi.
Keluarga sempat mempertimbangkan untuk menjalani persalinan di Jakarta yang memiliki fasilitas lebih lengkap. Namun, risiko perjalanan jauh bagi bayi dengan kondisi kritis membuat mereka memutuskan tetap menjalani proses di Batam.
Keputusan itu berbuah hasil.
Sejak awal, penanganan dilakukan secara terpadu. dr. Yanuarman, Sp.OG, KFM memantau kondisi janin dan menyiapkan skenario persalinan. Setelah bayi lahir, perawatan dilanjutkan oleh dr. Rizky Adriansyah, Sp.A (K) di ruang NICU guna menjaga stabilitas kondisi sebelum operasi.
Tindakan pemasangan alat pacu jantung dilakukan oleh tim bedah toraks dan kardiovaskular yang dipimpin dr. Victor Jesron Nababan bersama dr. Darma Satria. Operasi berlangsung sekitar dua jam dan berjalan tanpa kendala berarti.
Baca Juga: Duka di Polda Kepri, Bripda Natanael Diduga Tewas Akibat Kekerasan
Alat pacu jantung berukuran mini ditanamkan pada bagian dinding perut bayi untuk membantu mengatur ritme jantung secara stabil.
Setelah operasi, bayi menjalani perawatan intensif di NICU dengan dukungan peralatan medis lengkap. Kondisinya kini berangsur membaik. Denyut jantung meningkat menjadi sekitar 110 kali per menit, respons menyusu baik, dan tidak ditemukan komplikasi lanjutan.
Direktur RS Awal Bros Batam, dr. Widya Putri, MARS, menyebut keberhasilan ini sebagai hasil kolaborasi tim medis lintas spesialis yang bekerja sejak sebelum bayi lahir.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa penanganan kasus medis kompleks kini dapat dilakukan di Batam tanpa harus dirujuk ke luar daerah.
Baca Juga: Seleksi Paskibraka Dimulai, Amsakar Tegaskan Tanpa Titipan
CAVB sendiri tergolong kondisi langka dan berisiko tinggi. Tanpa penanganan cepat, gangguan ini dapat menyebabkan gagal jantung hingga kematian pada bayi baru lahir.
Keberhasilan operasi ini sekaligus menandai peningkatan kemampuan layanan kesehatan di Batam dalam menangani kasus-kasus kritis yang sebelumnya hanya bisa ditangani di kota besar. (*)
Editor : M Tahang